SAMPANG, NOTICE – Pagi itu, halaman Mapolres Sampang tampak berbeda. Tidak hanya barisan pasukan dan prosesi upacara yang berlangsung khidmat, tetapi juga aura haru dan harapan yang menyatu di bawah langit Rabu (29/10). Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim Polres Sampang menjadi panggung lahirnya babak baru bagi sosok yang dikenal tegas namun humanis: IPTU Nur Fajri Alim.
Dengan langkah mantap, mantan Kanit IV Tipidkor Satreskrim Polres Pamekasan itu resmi menerima tongkat estafet jabatan dari pendahulunya, AKP Safril. Prosesi dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang, AKBP Hartono, disaksikan jajaran pejabat utama, para perwira, hingga seluruh personel kepolisian.
Namun yang mencuri perhatian bukan hanya rangkaian prosesi seremonial itu, melainkan kisah perjalanan sosok yang kini dipercaya memimpin Satreskrim di kota bahari tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolres Sampang AKBP Hartono tak sekadar melepas dan menyambut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam untuk AKP Safril, sekaligus pesan penuh makna bagi pejabat pengganti.
“Terima kasih atas pengabdian dan loyalitas AKP Safril selama ini. Kepada IPTU Nur Fajri Alim, saya harap segera beradaptasi dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sertijab kali ini bukan hanya soal penyegaran organisasi. Ada harapan baru, terutama terkait penegakan hukum yang lebih humanis, profesional, dan menyentuh rasa keadilan masyarakat Sampang.
Nama IPTU Nur Fajri Alim bukan sosok baru di dunia reserse. Kiprahnya di bidang tindak pidana korupsi (Tipidkor) menempatkannya sebagai perwira muda berintegritas tinggi. Rekan-rekannya menyebutnya pemimpin yang tidak hanya memerintah, tapi memberi contoh.
“Beliau itu orangnya disiplin dan juga bijak. Tidak hanya memimpin dengan perintah, tapi juga memberi teladan,” ungkap salah satu rekan di Satreskrim Polres Pamekasan, Selasa (14/10/2025).
Baginya, hukum bukan hanya hitam di atas putih. Ada nurani, adab, dan etika yang harus berjalan bersama proses penyelidikan.
Di balik ketegasannya, Nur Fajri menyimpan sisi religius yang kuat. Sholawat adalah teman perenungannya, dan kegiatan keagamaan menjadi bagian dari kesehariannya. Ia percaya, keseimbangan antara tugas dan ibadah adalah pelindung batin dari beratnya beban seorang penyidik.
Di luar tugas, ia juga dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mandiri. Usaha yang dikelolanya bersama sang istri berjalan sukses, namun tetap dijalankan dengan prinsip “rezeki paling berkah adalah yang disertai doa dan kejujuran”.
Usai upacara, halaman Mapolres berubah menjadi lautan karangan bunga. Puluhan papan ucapan selamat berjejer rapi dari instansi pemerintahan, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat. Semuanya seolah menjadi simbol harapan yang disematkan kepada sang Kasat baru.
IPTU Nur Fajri menanggapi amanah ini dengan penuh kerendahan hati:
“Ini adalah tanggung jawab besar. Kami akan bekerja keras, bersinergi dengan seluruh personel, dan menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Kini, roda komando Satreskrim Polres Sampang berada di tangannya. Harapan masyarakat sederhana—keadilan hadir tanpa pandang bulu, hukum ditegakkan tanpa melukai nurani.
Pergantian jabatan ini bukan akhir, tapi awal perjalanan panjang untuk menjaga marwah keadilan di bumi Sampang.
Selamat bertugas, IPTU Nur Fajri Alim. Semoga tetap menjadi penegak hukum yang tidak hanya disegani, tapi juga dirindukan kehadirannya oleh masyarakat yang haus akan keadilan. (Znf/Aj).





