Diperiksa KPK, CEO Bawang Mas Group Haji Her Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus DJBC

Avatar

- Reporter

Kamis, 9 April 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Bawang Mas Group, Haji Her berada di Gedung KPK.

CEO Bawang Mas Group, Haji Her berada di Gedung KPK.

JAKARTA, NOTICENEWS.id – Pengusaha rokok asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, menegaskan dirinya tidak mengenal para tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

 

Hal itu disampaikan Haji Her usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).

 

“Kita ditanya kenal atau tidak dengan orang-orang itu, ditanya apakah mereka kenalan saya. Ya saya jawab tidak kenal. Seputar itu saja,” ujar Haji Her kepada wartawan.

BACA JUGA :  Pasca Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Disdikbud Pamekasan Akui Distribusi Guru Belum Merata

 

Haji Her menyebut kedatangannya ke KPK merupakan inisiatif pribadi untuk memberikan klarifikasi terkait perkara tersebut.

 

Menariknya, dalam pemeriksaan itu ia mengaku tidak ditanya soal penjualan pita cukai rokok, yang disebut-sebut menjadi salah satu pokok persoalan dalam kasus tersebut. Sebaliknya, penyidik justru menanyakan hal lain, termasuk lokasi tempatnya menginap sebelum menjalani pemeriksaan.

BACA JUGA :  Musnahkan Ribuan Botol Miras, Bupati Pamekasan Warning Keras Pengusaha Nakal

 

Ia mengaku menginap di Grand Hyatt Jakarta karena memiliki cukup uang.

 

“Saya ditanya menginap di mana. Saya bilang di Grand Hyatt, karena saya punya uang,” ujarnya.

 

Selain itu, Haji Her juga membantah kabar bahwa dirinya pernah mangkir dari panggilan KPK sebagaimana sempat disampaikan Ketua KPK Setyo Budianto.

 

Menurutnya, surat panggilan yang dikirimkan KPK sebelumnya diterima oleh anak buahnya di kantor dan sempat disangka sebagai proposal. Sementara pada saat yang sama, dirinya masih berada di luar kota.

BACA JUGA :  Harlah ke-58 Kopri PB PMII: Reposisi Perempuan Sebagai Penjaga Peradaban Nusantara

 

“Surat panggilan itu tanggal 1, sampai kantor juga tanggal 1 sore. Saat itu saya masih di luar kota. Kami baru terima tanggal 4, sedangkan undangannya tanggal 1. Jadi bukan mangkir. Bahkan sekarang saya datang ke sini atas inisiatif sendiri untuk mengetahui ada apa saya dipanggil,” jelasnya. (znf/Mad).

 

 

Berita Terkait

Kabur hingga NTB, Terduga Komplotan Pencuri Emas Spesialis Antar Pulau Akhirnya Dibekuk 
Ratusan Motor Balap Liar Diamankan, Polres Pamekasan Sita 582 Kendaraan
Polres Pamekasan Amankan 9 Pelaku Kejahatan Jalanan, Ungkap Kasus Curanmor hingga Penipuan dalam Sepekan
Modus Minta Diantar, Pelajar SMP di Pamekasan Jadi Korban Penipuan Motor: Pelaku Dibekuk Polisi
Terungkap Setelah 5 Tahun, Oknum Guru Ngaji di Pamekasan Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur
Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan
CEO Bawang Mas Group Haji Her Datangi Gedung Merah Putih KPK, Penuhi Pemeriksaan Kasus Suap Bea Cukai
Bocah 5 Tahun di Pasean Pamekasan Tewas Diserang Monyet Lepas Saat Bermain

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 09:12 WIB

Ratusan Motor Balap Liar Diamankan, Polres Pamekasan Sita 582 Kendaraan

Senin, 4 Mei 2026 - 18:50 WIB

Polres Pamekasan Amankan 9 Pelaku Kejahatan Jalanan, Ungkap Kasus Curanmor hingga Penipuan dalam Sepekan

Kamis, 23 April 2026 - 09:19 WIB

Modus Minta Diantar, Pelajar SMP di Pamekasan Jadi Korban Penipuan Motor: Pelaku Dibekuk Polisi

Rabu, 22 April 2026 - 18:29 WIB

Terungkap Setelah 5 Tahun, Oknum Guru Ngaji di Pamekasan Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur

Sabtu, 18 April 2026 - 13:42 WIB

Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan

Berita Terbaru

Daerah

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Menteri Pendidikan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:19 WIB