Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan

Avatar

- Reporter

Sabtu, 18 April 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik, seorang pria berinisial L yang diketahui merupakan mantan anggota DPRD Sumenep akhirnya dijemput paksa oleh Satreskrim Polres Pamekasan. Ia kini resmi ditahan atas dugaan penipuan dan/atau penggelapan uang senilai Rp 1 miliar.

 

Kasus yang dilaporkan oleh HW ini sempat berlarut-larut, bahkan terduga pelaku diketahui melakukan berbagai upaya hukum untuk menghindari proses penyidikan. Mulai dari gugatan di Pengadilan Negeri Pamekasan hingga kasasi ke Mahkamah Agung RI, namun seluruhnya berakhir dengan kekalahan.

 

Tak hanya itu, L juga sempat mengajukan praperadilan. Namun, Pengadilan Negeri Pamekasan memutuskan bahwa penetapan status tersangka terhadap dirinya sah secara hukum.

 

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, langkah tegas diambil sebagai bentuk komitmen penegakan hukum.

 

“Benar, pada Jumat, 17 April 2026, penyidik melakukan penangkapan terhadap saudara L. Upaya paksa ini dilakukan karena yang bersangkutan dua kali mangkir tanpa alasan yang sah,” tegasnya, Sabtu (18/4).

BACA JUGA :  ASN Muda Pamekasan, Andi Ali Syahbana Raih Anugerah ASN Berprestasi di Madura Award 2025

 

Kasus ini bermula pada Desember 2022, ketika L mendatangi pelapor di kediamannya di Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean. Ia menawarkan kerja sama usaha tambang material di Kabupaten Sumenep, dengan alasan memiliki lahan namun tidak memiliki alat berat.

 

Pelapor yang awalnya menolak skema kerja sama, justru menawarkan untuk membeli alat berat secara pribadi. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh terduga pelaku dengan menyarankan pembelian excavator bekas di Jakarta, yang ia klaim bisa diurus sendiri.

 

Sehari berselang, pelapor diminta mentransfer dana sebesar Rp 1 miliar ke rekening BCA atas nama H, yang diketahui merupakan istri terduga pelaku. Namun, setelah uang dikirim, alat berat yang dijanjikan tak pernah terealisasi.

BACA JUGA :  Geruduk Bea Cukai Madura, Aktivis SPMP Soroti PR Pelita Jaya, Pagar Bumi dan Hindun

 

Merasa dirugikan, pelapor HW akhirnya melapor ke Polres Pamekasan pada 19 Januari 2023. Kini, L telah mendekam di Rutan Polres Pamekasan. Penyidik masih terus mengembangkan kasus, termasuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

 

“Kami akan mengusut tuntas perkara ini, termasuk mendalami apakah ada pihak lain yang turut serta,” tutupnya. (znf/Aj).

 

Berita Terkait

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan
Industri dan Demonstrasi, Karang Taruna Pamekasan Buka Ruang Uji Gagasan
Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir
Bukan Sekadar Relawan, 12 Tahun FRPB Pamekasan Jadi Sahabat Masyarakat di Saat Paling Sulit
Nenek 62 Tahun di Pamekasan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama 
Kasus Dugaan Pengancaman di Plakpak Pamekasan Naik Penyidikan, Polisi Bidik Penetapan Tersangka
Desak Bea Cukai Madura Transparan, Formasi Pertanyakan Pelimpahan BB 917 Bal Rokok Ilegal
9 Kasus Diungkap dalam Operasi Sikat Semeru 2026, Curanmor Mendominasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:30 WIB

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan

Kamis, 5 November 2026 - 06:13 WIB

Industri dan Demonstrasi, Karang Taruna Pamekasan Buka Ruang Uji Gagasan

Minggu, 1 November 2026 - 14:54 WIB

Bukan Sekadar Relawan, 12 Tahun FRPB Pamekasan Jadi Sahabat Masyarakat di Saat Paling Sulit

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Nenek 62 Tahun di Pamekasan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kasus Dugaan Pengancaman di Plakpak Pamekasan Naik Penyidikan, Polisi Bidik Penetapan Tersangka

Berita Terbaru