Trans7 Minta Maaf ke Pondok Pesantren Lirboyo, Akui Ada Kelalaian dalam Proses Penayangan

Avatar

- Reporter

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Production Director Trans7, Andi Chairil.

Production Director Trans7, Andi Chairil.

PAMEKASAN, NOTICE – Production Director Trans7, Andi Chairil, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Manshur, beserta keluarga besar, pengasuh, santri, dan alumni atas tayangan salah satu program Trans7 yang dinilai menyinggung pihak pesantren.

 

Dalam keterangan resminya, Andi Chairil mengakui adanya kelalaian dalam proses penyaringan dan penayangan materi dari pihak luar, sehingga isi pemberitaan tersebut lolos tanpa sensor yang cukup mendalam.

BACA JUGA :  Jemaah Tertua di Pamekasan Usia 104 Tahun, Kemenag Pastikan Kesiapan Jemaah Haji Lansia 

 

“Kami mengakui ada kelalaian dalam materi yang ditayangkan. Tim kami tidak melakukan penyaringan secara teliti terhadap konten dari pihak eksternal. Namun, kami tidak lepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut,” ujar Andi Chairil, Senin (6/10/2025).

 

Ia menjelaskan bahwa pihak Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada salah satu putra KH. Anwar Manshur, yakni Gus Adib, pada Senin malam. Selain itu, permohonan maaf resmi juga telah dikirimkan melalui pesan tertulis, dan versi cetak (hard copy) akan segera dikirim ke pihak pesantren.

BACA JUGA :  Kecelakaan Tunggal di Pasean Pamekasan: Dua Remaja Asal Waru Tewas di Tanjakan Tagangser Daya

 

“Kami sudah meminta maaf langsung kepada Gus Adib, dan surat resmi juga sudah kami kirimkan melalui WhatsApp untuk diteruskan kepada pimpinan Pondok Lirboyo. Kami akan segera mengirimkan surat fisik sebagai bentuk tanggung jawab moral kami,” tambahnya.

 

Andi menegaskan, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi Trans7 agar lebih berhati-hati dan sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan, terutama yang menyangkut hubungan antara santri, kiai, dan pesantren.

BACA JUGA :  Pemkab Pamekasan Ikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi Bersama Presiden Prabowo

“Ke depan, kami akan lebih teliti dan berupaya memahami bagaimana eratnya hubungan antara santri dengan kiainya, serta antara pengasuh dengan para alumni. Sekali lagi, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian ini,” tutupnya. (nal/Madura).

Berita Terkait

Di Penghujung HUT ke-81 RI, SeRaP Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Presiden RI Prabowo Terima Kartanu Seumur Hidup dari PBNU, Momen Bersejarah di Penutupan Muktamar ke-35 NU
Usai Terpilih Ketum PBNU, Gus Kikin Teken Pakta Integritas: Siap Disanksi Jika Melanggar
Muktamar ke-35 NU Tetapkan Dua Pucuk Pimpinan, Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031
Pameran Turots Warnai Muktamar ke-35 NU Hidupkan Jejak Keilmuan Ulama Nusantara
Jelang Muktamar NU ke-35, Tambakberas Disulap Jadi Kawasan Muktamar dan Pusat UMKM
HUT ke-81 RI, Bupati Pamekasan: PAD Digenjot, Kekeringan Ditangani hingga Pengeboran Air
Ketua Umum PB NU Ungkap Strategi Geopolitik Mbah Wahab: Batal ke Saudi, Pilih Bangun Fondasi NU

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Presiden RI Prabowo Terima Kartanu Seumur Hidup dari PBNU, Momen Bersejarah di Penutupan Muktamar ke-35 NU

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Usai Terpilih Ketum PBNU, Gus Kikin Teken Pakta Integritas: Siap Disanksi Jika Melanggar

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Dua Pucuk Pimpinan, Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Pameran Turots Warnai Muktamar ke-35 NU Hidupkan Jejak Keilmuan Ulama Nusantara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jelang Muktamar NU ke-35, Tambakberas Disulap Jadi Kawasan Muktamar dan Pusat UMKM

Berita Terbaru