PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan Ubah Pola Literasi: Dari Rak Buku ke Layar Gawai

Avatar

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan melakukan penandatanganan MoU.

PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan melakukan penandatanganan MoU.

PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID – Perpustakaan tak lagi cukup hanya mengandalkan gedung, rak buku, dan tradisi kunjungan. Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin lekat dengan teknologi, literasi dituntut hadir lebih dekat, bahkan langsung di genggaman melalui gawai.

 

Gagasan tersebut mengemuka dalam Dialog Kepustakaan yang digelar di Aula Perpustakaan M. Tabrani, Pamekasan, Selasa (15/9/2026). Momentum memperingati Hari Kunjung Perpustakaan itu sekaligus ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem literasi masyarakat dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan membaca.

Dalam dialog tersebut, PWI Pamekasan menghadirkan wartawan senior ANTARA, Abd Aziz, serta Kusairi yang merupakan Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional. Diskusi dimoderatori Pengurus PWI Pamekasan, Hasibuddin.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Komitmen Dukung Kemerdekaan Pers

Ketua PWI Kabupaten Pamekasan, Hairul Anam, mengatakan transformasi literasi menjadi sebuah keniscayaan seiring bergesernya pola masyarakat dalam memperoleh informasi.

Menurut Asesor UKW Dewan Pers tersebut, perpustakaan tetap memiliki posisi penting sebagai fondasi peradaban. Namun, cara masyarakat mengakses pengetahuan telah mengalami perubahan yang tidak bisa diabaikan.

“Perpustakaan adalah ruh peradaban dunia. Peradaban dunia tercipta melalui kemajuan perpustakaannya,” ujar Anam.

Ia menilai ukuran keberhasilan literasi tidak lagi semata-mata dilihat dari seberapa banyak masyarakat datang secara fisik ke gedung perpustakaan.

“Konteksnya sudah bukan kunjungan. Orang tidak ke pasar sekarang tetap bisa belanja. Orang tidak ke perpustakaan, tapi tetap bisa baca lewat gawai,” katanya.

Karena itu, menurut dosen UNIBA Madura tersebut, tantangan berikutnya adalah bagaimana perpustakaan dan para pegiat literasi mampu menyediakan bahan bacaan serta konten berkualitas yang mudah ditemukan masyarakat melalui perangkat digital.

BACA JUGA :  Usai Tampilkan DJ Aqinn x Yezzy, Teman Jhuang Cafe Pamekasan Ditutup Paksa

“Tinggal kita memancing dengan produksi tulis-menulis. Transformasi pemikiran sekarang banyak melalui audio-visual,” imbuhnya.

Anam juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membangun budaya literasi di lingkungan keluarga. Perkembangan teknologi, kata dia, harus diimbangi dengan pendampingan agar gawai tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju pengetahuan.

Transformasi tersebut dinilai memiliki peluang besar di Pamekasan. Selain lingkungan pendidikan formal, sejumlah pondok pesantren dan perguruan tinggi di daerah itu telah memiliki perpustakaan yang dapat menjadi basis pengembangan budaya literasi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan, Munapik, menyambut positif kerja sama dengan PWI Pamekasan.

BACA JUGA :  Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal

Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan minat baca sekaligus kualitas literasi masyarakat.

Menurut Munapik, kolaborasi dengan insan pers juga menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan kampanye literasi kepada masyarakat.

Melalui MoU tersebut, PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap gerakan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca buku di ruang perpustakaan, tetapi berkembang ke berbagai platform digital.

Dengan demikian, perpustakaan diharapkan mampu beradaptasi dengan zaman: tetap menjaga tradisi literasi konvensional, namun sekaligus hadir dalam ruang digital yang setiap hari berada di tangan masyarakat.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Pamekasan yang lebih gemar membaca, kritis dalam menerima informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan daya saing. (Mad/Aj).

Berita Terkait

Serapan APBD Dinas Perikanan Pamekasan 64 Persen, 60 Persen Terkuras untuk Belanja Pegawai dan TPP
Rapat Paripurna Harjad ke-496 Pamekasan, Ketua DPRD: Kekompakan Kunci Pembangunan
Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir
UHC Prioritas Kembali Aktif, Sekda Pamekasan: Berlaku untuk Semua Layanan Kesehatan
Lantik 9 Pejabat Administrator, Bupati Pamekasan Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab
Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya Majungan Pamekasan Diprotes Warga
Bupati Pamekasan Dicatut dalam Dugaan Jual Beli Jabatan, BMM Tuntut Pengusutan
Momentum Hari Sumpah Pemuda, PUSKAT Nusantara Beri Penghargaan kepada Founder BIP

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:54 WIB

Serapan APBD Dinas Perikanan Pamekasan 64 Persen, 60 Persen Terkuras untuk Belanja Pegawai dan TPP

Selasa, 3 November 2026 - 18:04 WIB

Rapat Paripurna Harjad ke-496 Pamekasan, Ketua DPRD: Kekompakan Kunci Pembangunan

Senin, 2 November 2026 - 23:15 WIB

Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir

Senin, 2 November 2026 - 19:31 WIB

UHC Prioritas Kembali Aktif, Sekda Pamekasan: Berlaku untuk Semua Layanan Kesehatan

Senin, 2 November 2026 - 12:17 WIB

Lantik 9 Pejabat Administrator, Bupati Pamekasan Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Berita Terbaru