PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID – Momen penuh keberkahan mewarnai Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Garuda, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Sabtu (12/9/2026) malam.
Di tengah rangkaian acara, CEO Barisan Relawan Bani Insan Peduli (Bashra BIP), H. Ali Zainal Abidin atau yang akrab disapa Bang Ali, secara spontan menambah dana santunan sebesar Rp1 juta untuk anak yatim dan guru ngaji.
Keputusan tersebut disampaikan tanpa persiapan panjang saat prosesi penyerahan tali asih secara simbolis.
“Tanpa berpikir panjang dan tanpa ragu sedikit pun, dengan tulus hati saya menambah dana ini,” ujar Bang Ali.
Tambahan santunan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian jamaah. Sebab, Gebyar Maulid yang digelar melalui kolaborasi MWCNU Palengaan dan Bashra BIP itu tidak hanya diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi sosial.
Sedikitnya 250 anak yatim dan guru ngaji menerima tali asih. Tak hanya itu, sejumlah warga yang hadir juga mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp100 ribu.
Sejak siang, kegiatan telah diramaikan dengan pertunjukan drumband dan musik daul. Suasana semakin semarak pada malam hari melalui shalawat, zikir, doa bersama, makan gratis hingga musik gambus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, jajaran Forkopimcam, Ketua PCNU Pamekasan KH. Muchlis Nasir, tokoh agama serta ratusan jamaah.
Bang Ali mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama NU Desa Palengaan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi bagian dari gerakan berbagi yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya sangat berterima kasih. Semoga kebersamaan ini diridhoi Allah SWT, dan semoga setiap rupiah yang kita bagikan menjadi amal jariyah yang pahalanya tak terputus,” katanya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak cukup hanya dengan merayakan kelahiran Rasulullah SAW. Lebih jauh, momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling utama adalah meneladani sifat Beliau: berbagi rezeki, menyayangi anak yatim, meringankan beban orang lain, dan menebarkan kebaikan tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.
Semangat berbagi itu, kata Bang Ali, juga menjadi bagian dari komitmen sosial yang dibangun melalui Toko Emas Sentra 88.
“100 persen penghasilannya untuk anak yatim dan dhuafa. Doakan tahun depan kami bisa buka toko emas untuk pondok pesantren dan guru ngaji. Jargon kami ‘MBG’—Membeli Sama Dengan Berbagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Pamekasan KH. Muchlis Nasir memberikan apresiasi atas kolaborasi antara MWCNU Palengaan dan Bashra BIP tersebut.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini bukan hanya malam ini, tetapi berkelanjutan. Kita sama-sama memberikan manfaat kepada orang lain sesuai dengan fastabiqul khairat. Mudah-mudahan ini dijadikan keberkahan karena Allah SWT,” ujarnya.
Gebyar Maulid kemudian ditutup dengan penyerahan tali asih secara langsung kepada anak yatim dan guru ngaji. Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa peringatan Maulid dapat diisi dengan aksi nyata: memperkuat silaturahmi sekaligus berbagi kepada mereka yang membutuhkan. (Mad/Aj).






