PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Nurul Rian, tenaga kesehatan berusia 33 tahun asal Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, yang meninggal dunia setelah insiden kapal tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sebagai bentuk penghormatan sekaligus kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, KH Kholilurrahman menyampaikan rasa hormat kepada istri dan kedua orang tua almarhum yang dinilai tetap tabah dan sabar menghadapi musibah tersebut.
“Pertama, itu merupakan hormat saya kepada keluarga korban, kepada istrinya, orang tuanya, Bapak dan Ibu, yang tabah dan sabar menghadapi musibah. Saya yakin musibah ini musibah yang baik, karena saudara Nurul Rian almarhum gugur dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan,” ujar KH Kholilurrahman saat melayat di rumah duka, Rabu (16/9/2026).
Bupati mengatakan, dirinya terus memantau perkembangan informasi terkait kecelakaan kapal motor tersebut sejak kabar musibah beredar hingga pihak keluarga mendapatkan kepastian mengenai kondisi almarhum.
Selain menyampaikan takziah, KH Kholilurrahman turut mendampingi prosesi pemakaman serta memimpin doa dan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk memberikan perhatian terhadap hak serta jaminan sosial almarhum melalui instansi dan pihak terkait.
“Bukan hanya tempat almarhum bekerja, tetapi Pemkab dan pemerintah secara keseluruhan diharapkan terus memberikan support, partisipasi, serta perhatian kepada para petugas dan keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Nurul Rian diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Virgo Transport. Ia menjadi salah satu korban dalam insiden kapal yang tenggelam di perairan Masalembo saat dalam perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Tangis histeris keluarga pecah saat jenazah almarhum tiba di rumah duka di Desa Teja Timur. (Mad/Aj).







