Bukan Sekadar Muktamar, Nahdlatut Turots Bawa Warisan Intelektual Ulama Nusantara ke Tambakberas

Avatar

- Reporter

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musyawarah Nahdlatut Turots menjelang muktamar ke-35 NU.

Musyawarah Nahdlatut Turots menjelang muktamar ke-35 NU.

JOMBANG, NOTICENEWS.ID – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi. Gelaran tersebut juga akan menjadi panggung untuk membuka kembali khazanah intelektual ulama Nusantara melalui enam agenda keilmuan yang disiapkan Nahdlatut Turots (NT).

 

Komunitas pegiat kajian manuskrip klasik tersebut akan membawa berbagai warisan intelektual ulama Nusantara lebih dekat kepada publik melalui pameran manuskrip, pelatihan tahqiq, klinik turots, musyawarah pegiat turots, ijazahan sanad, hingga seminar berskala internasional.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan PPBU Tambakberas dan sejumlah pesantren di sekitarnya selama Muktamar NU, 27–31 Agustus 2026.

Ketua Nahdlatut Turots, KH Muhammad Utsman, mengatakan seluruh agenda tersebut memiliki satu benang merah, yakni menyelamatkan, mengkaji, dan menghidupkan kembali karya-karya ulama terdahulu yang tersimpan dalam bentuk manuskrip.

“Kesemuanya terkait dengan turots, manuskrip kuno dari para kiai seluruh Nusantara,” ujar kiai muda yang akrab disapa Lora Utsman, Jumat (14/8/2026).

BACA JUGA :  Buntut Bangunan Indomaret Dirusak, DPRD Pamekasan Soroti Lonjakan Kuota Ritel Modern

Menurutnya, momentum Muktamar NU menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan turots tidak hanya kepada kalangan pesantren dan peneliti, tetapi juga masyarakat luas.

Salah satu agenda yang diprediksi menjadi magnet perhatian adalah dauroh tahqiq, yakni pelatihan penyuntingan dan penelitian naskah klasik. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari di Pesantren Hidayatul Qur’an Peterongan.

Antusiasme terhadap agenda ini bahkan melampaui kuota yang disediakan panitia. Dari hanya 40 peserta yang akan diterima untuk menjaga kualitas pelatihan, jumlah pendaftar telah mencapai 135 orang.

“Kuotanya memang kami batasi agar proses pelatihan bisa berjalan maksimal. Namun pendaftarnya sudah mencapai 135 orang, sehingga harus dilakukan seleksi,” kata Ketua Panitia Kegiatan, Ayung Notonegoro.

Sementara itu, pameran manuskrip akan digelar mulai Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026) di kawasan sekitar makam KH Abdul Hamid Hasbullah, tepat di depan Gedung Serba Guna (GSG) Hasbullah Said.

Pameran tersebut akan dilengkapi klinik turots, sebuah ruang edukasi yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat proses preservasi naskah kuno, digitalisasi, hingga berkonsultasi langsung dengan para pakar.

BACA JUGA :  Rapat Paripurna LKPJ Bersama Bupati, DPRD Pamekasan Fokus Soroti Kemiskinan dan Pengangguran

“Jadi masyarakat tidak hanya melihat manuskrip, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana naskah tersebut dirawat, didigitalisasi, hingga diteliti,” jelas Ayung.

Agenda lain yang tak kalah strategis adalah Musyawarah Besar Pegiat Turots se-Nusantara. Forum yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Sabtu (29/8/2026) siang, tersebut ditargetkan mempertemukan sekitar 200 aktivis dan peneliti naskah dari berbagai daerah.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi para pegiat turots untuk membangun jejaring sekaligus merumuskan langkah bersama dalam penyelamatan manuskrip ulama Nusantara.

Pada malam harinya, Masjid Induk Tambakberas akan menjadi lokasi agenda ijazahan sanad keilmuan. Sebanyak 50 kiai sepuh dari dalam dan luar negeri dijadwalkan hadir dalam agenda transmisi sanad tersebut.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan seminar turots di Aula MAN 3 Tambakberas, Minggu (30/8/2026). Seminar ditargetkan dihadiri sekitar 300 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa Ma’had Aly, peneliti, hingga kolektor manuskrip.

BACA JUGA :  Kejagung Tetapkan 7 Tersangka atas Dugaan Kasus Korupsi di PT Pertamina Patra Niaga

Seminar tersebut akan membahas tiga isu besar, yakni pemetaan kekayaan turots Nusantara, relasi historis NU dengan turots, serta strategi membawa khazanah intelektual ulama Nusantara ke tingkat internasional.

Ayung menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut sengaja dihadirkan untuk memperkuat sisi keilmuan dalam momentum Muktamar NU.

“Muktamar NU jangan hanya dipahami sebagai momentum suksesi kepemimpinan organisasi. Ada tradisi keilmuan yang menjadi akar pesantren dan NU yang juga harus ditampilkan serta diwariskan,” ujarnya.

Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari keluarga besar Pondok Pesantren Tambakberas. Pengasuh Pondok Al-Muhajirin 3, KH Ahmad Lathif Malik, menilai gerakan Nahdlatut Turots memiliki peran penting dalam menjaga identitas intelektual Islam Nusantara.

Melalui enam agenda tersebut, Nahdlatut Turots ingin menjadikan Muktamar ke-35 NU bukan hanya sebagai ruang pertemuan organisasi, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali warisan keilmuan ulama Nusantara dan membawanya menembus ruang akademik hingga panggung internasional. (Aj).

Berita Terkait

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan
Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan
Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal
Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan
Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar
Ketua Serikat Rakyat Pamekasan Bung Makruf Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perampasan Aset
BIP Raih Dua Penghargaan Asia Award 2026, Ali Zainal Abidin Dorong Gerakan Kemanusiaan Menembus Asia
Di Penghujung HUT ke-81 RI, SeRaP Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar

Rabu, 30 September 2026 - 20:49 WIB

Ketua Serikat Rakyat Pamekasan Bung Makruf Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Berita Terbaru