Besok, Mahasiswa dan Petani Tembakau Bakal Demo Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Avatar

- Reporter

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, notice – Forum Mahasiswa Madura Jakarta bersama Petani Tembakau Madura akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Kamis (2/10/2025) besok.

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan Bea Cukai Madura dalam melindungi praktik mafia rokok ilegal dan permainan pita cukai.

BACA JUGA :  HPTM Pilih Meja Dialog untuk Jaga Citra Madura

Koordinator Aksi, Muhammad Suyuti, mengatakan bahwa dalam aksi tersebut pihaknya akan membawa empat tuntutan. Meliputi:

  1. Mengusut dugaan keterlibatan Bea Cukai Madura dalam melindungi mafia rokok dan permainan pita cukai.
  2. Mengungkap dan menghentikan praktik persekongkolan Bea Cukai dengan elit dalam peredaran rokok ilegal.
  3. Menindak tegas oknum Bea Cukai yang melindungi perusahaan rokok bermasalah.
  4. Mendesak Menteri Keuangan Purbaya untuk membersihkan jajaran Bea Cukai dari oknum yang bersekongkol dengan mafia.
BACA JUGA :  Haji Sugik dan Haji Her Bantah Disebut dalam Video Viral Razia Rokok Ilegal di Pamekasan

Dalam surat pemberitahuan aksi demonstrasi dengan nomor 001/AMSP-J/IX/2025, akan membawa masa aksi kurang lebih sebanyak 400 orang.

Untuk diketahui, wartawan notice telah berupaya untuk mengkonfirmasi ke Bea Cukai Madura, namun sampai berita ini diterbitkan belum ad tanggapan resmi dari Bea Cukai Madura. (nal/mad).

Berita Terkait

Diperiksa KPK, CEO Bawang Mas Group Haji Her Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus DJBC
Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Deportasi Tiga WNA Malaysia Penyalahguna Izin Tinggal
Antara Kotak Suara dan Musyawarah: Sikap Fraksi PBB Pamekasan soal Pilkada
1.342 Calon Jamaah Haji Pamekasan Siap Berangkat 2026, Kemenhaj Pastikan Kuota Aman
Ketika Pilkada Tak Lagi Dipilih Rakyat: Bawaslu Pamekasan Membaca Risiko Demokrasi Elite
Pilkada Langsung di Persimpangan: Nadi Mulyadi PDIP Ingatkan Ancaman Otoritarianisme di Balik Efisiensi Biaya
Pamekasan Raih Predikat Sangat Inovatif di IGA 2025, Buktikan Transformasi Birokrasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Momentum Hakordia, Kejari Pamekasan Beberkan Hasil Penanganan Kasus Korupsi Sepanjang 2025

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 18:47 WIB

Diperiksa KPK, CEO Bawang Mas Group Haji Her Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus DJBC

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:58 WIB

Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Deportasi Tiga WNA Malaysia Penyalahguna Izin Tinggal

Senin, 19 Januari 2026 - 15:35 WIB

Antara Kotak Suara dan Musyawarah: Sikap Fraksi PBB Pamekasan soal Pilkada

Senin, 19 Januari 2026 - 12:46 WIB

1.342 Calon Jamaah Haji Pamekasan Siap Berangkat 2026, Kemenhaj Pastikan Kuota Aman

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:51 WIB

Ketika Pilkada Tak Lagi Dipilih Rakyat: Bawaslu Pamekasan Membaca Risiko Demokrasi Elite

Berita Terbaru