HPTM Pilih Meja Dialog untuk Jaga Citra Madura

Avatar

- Reporter

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HPTM audiensi ke Bea Cukai Madura.

HPTM audiensi ke Bea Cukai Madura.

PAMEKASAN, NOTICE – Himpunan Petani Tembakau Madura (HPTM) awalnya berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke kantor Bea Cukai Madura pada Rabu (8/10/2025). Namun rencana itu akhirnya dibatalkan. Para petani dan pelaku industri rokok lokal tersebut memilih menempuh jalur audiensi dengan pihak Bea Cukai.

 

Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang. Koordinator Lapangan HPTM, Zaini Wer-wer, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk mundur, melainkan strategi agar aspirasi masyarakat tembakau tetap tersampaikan dengan damai dan efektif.

 

“Dalam perjuangan, kita harus pakai taktik. Tidak bisa asal turun ke jalan tanpa memahami medan. Kami tidak ingin Pamekasan dicap sebagai sarang rokok ilegal di mata publik nasional,” ujar Zaini, Selasa (7/10/2025).

 

Menurut Zaini, isu rokok ilegal di Madura seolah terlalu dibesar-besarkan. Padahal, industri tembakau di daerah lain juga menghadapi persoalan serupa, namun tidak disorot sekeras Madura, khususnya Pamekasan.

BACA JUGA :  ASN Muda Pamekasan, Andi Ali Syahbana Raih Anugerah ASN Berprestasi di Madura Award 2025

 

“Bisa jadi Madura ini sengaja dijadikan kambing hitam. Di daerah lain banyak pabrik kecil juga, tapi yang disorot selalu kami,” tambahnya.

 

Zaini juga menilai tindakan aparat Bea Cukai dalam beberapa razia terakhir masih relatif humanis dan terukur, meski di lapangan ada kekhawatiran dari pelaku usaha dan petani. Karena itu, HPTM menahan diri untuk tidak melakukan demonstrasi besar yang berpotensi memicu ketegangan.

 

“Kami tidak ingin gerakan kami justru menyinggung aparat dan berimbas pada pengetatan operasi di lapangan. Ini demi kemaslahatan bersama—petani, buruh pabrik, pengusaha, dan reseller rokok,” tegasnya.

 

Meski demikian, HPTM menegaskan bahwa langkah audiensi ini tetap bentuk perlawanan. Jika di kemudian hari ditemukan operasi yang dinilai arogan atau merugikan masyarakat, mereka siap turun ke jalan.

BACA JUGA :  Pamekasan Kirim 204 Atlet ke Porprov Jatim 2025, Bupati Janji Bonus Bagi Peraih Medali

 

“Kalau aparat bertindak kasar, kami pun siap melawan. Tapi selama mereka humanis, kami juga akan menempuh cara yang elegan,” ujar Zaini.

 

Menurutnya, apa yang diperjuangkan HPTM bukan semata soal rokok, tetapi tentang keberlangsungan hidup ekonomi masyarakat Madura. Petani, buruh, dan pengusaha kecil menggantungkan hidup dari industri hasil tembakau yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi lokal.

 

“Kami tidak menolak aturan. Kami hanya minta pembinaan dan edukasi, bukan pemusnahan usaha kecil. Kalau industri tembakau mati, Madura kehilangan sumber hidupnya,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, Himpunan Petani Tembakau Madura (HPTM) mengungkap bahwa para petani di Pamekasan melakukan patungan atau urunan untuk mencetak banner sebagai bentuk protes. Sedikitnya 500 banner telah tersebar di berbagai titik strategis di Kabupaten Pamekasan dengan beragam pesan aspiratif. Beberapa di antaranya bertuliskan:

BACA JUGA :  Kemenag Kota Mojokerto Pastikan Pemberangkatan Jamaah Haji Tanggal 14 Mei

 

Selamatkan Industri Hasil Tembakau Madura, Selamatkan Indonesia

Kami Bukan Koruptor, Masyarakat Madura Hanya Butuh Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Industri Hasil Tembakau Madura Jalan Kehidupan Kami

Mafia Rokok Impor Mengancam Industri Rokok Lokal Madura

Satgas Cukai Datanglah Membawa Solusi, Bukan Misi

 

Pesan-pesan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat tembakau terhadap kebijakan cukai yang dianggap memberatkan serta penegakan hukum yang belum berpihak pada pelaku usaha kecil.

 

Dengan memilih jalur audiensi, HPTM berharap komunikasi antara masyarakat dan Bea Cukai bisa berjalan konstruktif tanpa mengorbankan stabilitas sosial dan ekonomi di Madura.

Terpisah, Bea Cukai Madura menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan petani.

“Kami mendukung masyarakat Madura, termasuk para petani tembakau, untuk terus meningkatkan ekonomi demi kesejahteraan bersama. Secara umum itu yang menjadi komitmen kami,” ujarnya singkat. (Mad).

Berita Terkait

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan
Kuota RTLH 2026 Diprediksi Berkurang, DPRKP Pamekasan Konsisten Targetkan Penyelesaian 22 Unit Rumah Kategori Bencana
Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal
PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Menteri Pendidikan
Peringati Harkitnas 2026, Bupati Pamekasan Gaungkan PP Tunas Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Digital
Rapat Paripurna LKPJ Bersama Bupati, DPRD Pamekasan Fokus Soroti Kemiskinan dan Pengangguran
Diterpa Isu Rangkap Jabatan, Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Tegas Membantah
Bupati Pamekasan: PMII Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:15 WIB

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:19 WIB

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Menteri Pendidikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:21 WIB

Peringati Harkitnas 2026, Bupati Pamekasan Gaungkan PP Tunas Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rapat Paripurna LKPJ Bersama Bupati, DPRD Pamekasan Fokus Soroti Kemiskinan dan Pengangguran

Berita Terbaru

Ilustrasi Budidaya Ikan lele.

Daerah

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:15 WIB