PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID — Kepergian Nurul Rian Hidayat (33), Anak Buah Kapal (ABK) bagian medis KM Virgo Transport 8, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih, almarhum meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung enam bulan serta seorang putri berusia 18 bulan.
Di tengah suasana duka tersebut, Pendiri Bani Insan Peduli, Ali Zainal Abidin, mendatangi rumah duka di Dusun Sambung, Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan, Kamis (17/9/2026).
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Ali juga menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp100 juta untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum.
Bantuan tersebut dibagi menjadi tiga peruntukan, yakni Rp50 juta untuk anak almarhum, Rp25 juta untuk orang tua korban, serta Rp25 juta untuk membantu biaya persalinan sang istri yang kini tengah mengandung enam bulan.
Kedatangan Ali juga diisi dengan doa bersama puluhan anak yatim dan ratusan warga untuk mendoakan almarhum Nurul Rian.
“Insyaallah almarhum syahid, karena beliau sedang berjuang menafkahi keluarga. Apalagi sebelum kejadian sempat video call menenangkan istri karena kebutuhan hidup satu bulan ke depan sudah disiapkan,” ujar Ali Zainal Abidin di rumah duka.
Menurut keterangan keluarga, Rian masih sempat melakukan video call dengan istrinya, Azimatul Munirah atau Nining, bersama anaknya pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Percakapan tersebut menjadi komunikasi terakhir sebelum kapal yang ditumpanginya mengalami musibah di perairan Masalembu.
Rian diketahui bekerja sebagai ABK medis KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan mengalami musibah dan tenggelam di sekitar perairan Masalembu pada dini hari.
Data evakuasi sementara yang disampaikan keluarga mencatat 108 orang selamat, enam orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Bagi keluarga Rian, kehilangan tersebut terasa semakin berat karena sang istri sebenarnya tengah mempersiapkan tasyakuran tujuh bulanan kehamilannya.
Ali mengatakan, kedatangannya ke rumah duka merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit.
“Ini ada doa keluarga korban yang diterima, sehingga di sini banyak yang merasa kehilangan. Sampai Bupati hadir, dari perwakilan Jawa Timur hadir dan saya pun hadir karena seperti sudah ada panggilan. Ternyata benar, sebentar lagi korban dan keluarganya lagi mempersiapkan acara tujuh bulanan untuk anaknya yang masih dalam kandungan,” katanya.
Ali berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan keluarga, terutama untuk keberlangsungan hidup anak dan persiapan persalinan Nining.
Sementara itu, Azimatul Munirah menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena setelah kepergian suaminya, dirinya sempat khawatir memikirkan kebutuhan medis dan biaya persalinan.
“Terima kasih kepada Bang Ali atas bantuan biaya persalinannya. Saya sempat bingung dan pikiran ke mana-mana, karena biasanya urusan medis atau BPJS diandalkan dari suami. Bantuan ini sangat meringankan beban kami,” pungkasnya. (Mad/Aj).






