Usai Geledah Setda, Kejari Pamekasan Siapkan Pemanggilan Sejumlah Pihak dalam Kasus Proyek Jalan Telaga Bulangan Barat

Avatar

- Reporter

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Intelijen Kejari Pamekasan, Agus Setiyo Budi dan Kasi Pidsus Kejari Pamekasan, Ali Munip.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Pamekasan, Agus Setiyo Budi dan Kasi Pidsus Kejari Pamekasan, Ali Munip.

PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan mulai menindaklanjuti hasil penggeledahan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pamekasan terkait penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Telaga Bulangan Barat.

 

Setelah mengamankan satu boks dokumen dari Bagian Perekonomian dan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), penyidik kini bersiap memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan proyek tersebut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pamekasan, Ali Munip, mengatakan dokumen yang diperoleh dari hasil penggeledahan akan menjadi bahan utama untuk memperdalam penyidikan.

“Dokumen yang kami amankan akan kami pelajari terlebih dahulu. Setelah itu akan kami sinkronkan dengan keterangan para saksi maupun pihak-pihak yang terkait,” ujar Ali Munip, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, penyidik akan memanggil seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut, baik dari unsur pemerintah maupun pihak kontraktor. Pemanggilan dilakukan untuk mengonfirmasi isi dokumen sekaligus menyusun konstruksi hukum secara utuh.

BACA JUGA :  Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan Selama Periode Tahun Baru

Kasus yang sedang diusut merupakan proyek pembangunan Jalan Telaga Bulangan Barat dengan pagu anggaran sekitar Rp3,7 miliar dan nilai kontrak fisik sekitar Rp2,9 miliar. Proyek yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu diketahui mengalami putus kontrak sebelum pekerjaan selesai 100 persen.

Meski demikian, pembayaran pekerjaan telah terealisasi sekitar Rp1,8 miliar. Fakta tersebut menjadi salah satu materi yang tengah didalami penyidik.

BACA JUGA :  Polres Pamekasan Amankan Enam Pelaku Judi Sabung Ayam di Batumarmar

Ali Munip menegaskan, hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Kejari masih fokus melengkapi alat bukti melalui pemeriksaan dokumen dan pemanggilan saksi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Kami masih dalam tahap penyidikan. Semua pihak yang berkaitan dengan proyek ini akan dimintai keterangan sesuai kebutuhan penyidikan,” tegasnya. (Mad/Aj).

Berita Terkait

Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar KKP Rp1 Miliar Menyasar 32 Desa di Pamekasan
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan
Industri dan Demonstrasi, Karang Taruna Pamekasan Buka Ruang Uji Gagasan
Serapan APBD Dinas Perikanan Pamekasan 64 Persen, 60 Persen Terkuras untuk Belanja Pegawai dan TPP
Rapat Paripurna Harjad ke-496 Pamekasan, Ketua DPRD: Kekompakan Kunci Pembangunan
Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir
UHC Prioritas Kembali Aktif, Sekda Pamekasan: Berlaku untuk Semua Layanan Kesehatan
Lantik 9 Pejabat Administrator, Bupati Pamekasan Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:54 WIB

Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar KKP Rp1 Miliar Menyasar 32 Desa di Pamekasan

Kamis, 5 November 2026 - 15:30 WIB

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan

Kamis, 5 November 2026 - 06:13 WIB

Industri dan Demonstrasi, Karang Taruna Pamekasan Buka Ruang Uji Gagasan

Rabu, 4 November 2026 - 20:54 WIB

Serapan APBD Dinas Perikanan Pamekasan 64 Persen, 60 Persen Terkuras untuk Belanja Pegawai dan TPP

Selasa, 3 November 2026 - 18:04 WIB

Rapat Paripurna Harjad ke-496 Pamekasan, Ketua DPRD: Kekompakan Kunci Pembangunan

Berita Terbaru