PASURUAN, NOTICE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi Madura melalui Rapat Kerja (Raker) 2025–2028 yang digelar di Auditorium Royal Tretes, Pasuruan, Jumat–Minggu (21–23/11/2025).
Raker tahun ini mengangkat tema “Urgensitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Garam Madura”, menyoroti kebutuhan percepatan kawasan ekonomi baru berbasis komoditas unggulan Madura.
Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menyebut pembentukan KEK tembakau merupakan langkah strategis yang belum pernah diwujudkan di Madura, padahal potensi daerah sangat besar.
“Madura memiliki keunggulan geografis dan sumber daya yang melimpah. KEK ini sangat mungkin diwujudkan untuk mengembangkan tembakau dan garam sebagai komoditas nasional,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Anam berharap Raker menjadi forum yang melahirkan rekomendasi konkret untuk percepatan KEK, termasuk rumusan rencana aksi yang bisa ditindaklanjuti pemerintah daerah maupun pusat.
Selain membahas KEK, PWI Pamekasan juga meluncurkan Tim Khusus (Timsus) yang akan fokus menelaah dan mengawasi kebijakan publik di Kabupaten Pamekasan.
Anam menjelaskan bahwa PWI telah berkoordinasi dengan KPK RI agar dapat menjadi mitra dalam penyediaan data isu-isu kedaerahan. Timsus ini beranggotakan wartawan yang telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers.
“Beberapa isu penting nyaris tidak pernah disentuh, seperti deposito Pemkab di berbagai bank dan kewajiban CSR bank Himbara yang belum transparan. Timsus akan mengawal itu,” tegasnya.
PWI juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan data dan temuan lapangan yang perlu dikawal bersama. (znf/Aj).







