Founder BIP Buka Suara Soal Polemik Bantuan 2 Miliar Griya Lansia

Avatar

- Reporter

Senin, 13 Juli 2026 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, NOTICENEWS.id – Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik penyaluran bantuan sosial senilai Rp2 miliar yang sebelumnya direncanakan untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo. Ia menegaskan, BIP tidak pernah memiliki niat membatalkan komitmen bantuan tersebut.

 

Klarifikasi itu disampaikan Pria yang akrab disapa Bang Ali dalam acara silaturahmi bersama awak media di Surabaya, Minggu (12/7/2026).

 

Menurutnya, penghentian rencana penyaluran bantuan bukan berasal dari pihak BIP, melainkan berdasarkan permintaan dari pengelola Griya Lansia yang menilai terdapat ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP) yang mereka terapkan.

 

“Selama ini tidak ada satu pun komunikasi dari kami yang menyatakan pembatalan bantuan. Justru dari pihak Griya Lansia yang meminta bantuan tersebut dibatalkan karena menganggap ada ketidaksesuaian SOP,” ujar Bang Ali.

 

Menanggapi isu mengenai pencantuman nama pada fasilitas yang dibangun melalui bantuan BIP, Ali menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan internal yayasan sebagai bentuk penghormatan kepada kedua orang tuanya.

BACA JUGA :  Aksi Protes Supporter Persepam, Polemik Tuan Rumah Liga 4 Jatim Belum Temui Titik Temu

 

Menurut Bang Ali, setiap program yang dibiayai sepenuhnya oleh BIP umumnya disertai nama almarhumah ibunda dan almarhum ayahandanya sebagai simbol bakti seorang anak kepada orang tua.

 

“Apakah salah jika saya menyarankan nama mendiang ibu dan ayah saya disematkan pada tempat yang kami bangun sepenuhnya? Itu adalah bentuk bakti saya sebagai seorang anak. BANI sendiri berarti Bakti Anak Nurani Ibu,” jelasnya.

 

Dia juga menerangkan bahwa bantuan senilai Rp2 miliar tersebut sejak awal dirancang untuk disalurkan secara bertahap, dengan sebagian diwujudkan dalam bentuk pembangunan maupun pengadaan barang, bukan seluruhnya dalam bentuk uang tunai.

 

Karena itu, ia mengaku terkejut ketika menerima permintaan nomor rekening yayasan tanpa adanya pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran bantuan.

BACA JUGA :  Khofifah Buka Koperasi Explore 2026, Dorong Koperasi Perluas Pasar UMKM

 

“Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba diminta nomor rekening. Tentu hal itu menjadi pertanyaan bagi kami,” katanya.

 

Meski terjadi perbedaan pandangan, Ali mengimbau seluruh relawan Bani Insan Peduli agar tidak larut dalam polemik di ruang publik. Ia meminta seluruh relawan tetap menjaga kondusivitas dan memusatkan perhatian pada kegiatan sosial yang selama ini dijalankan.

 

“Kami ingin relawan tetap fokus pada aksi kemanusiaan dan tidak memperpanjang perdebatan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan manfaat,” ujarnya.

 

Ali juga menegaskan bahwa dirinya tetap menaruh rasa hormat kepada Ketua Yayasan Griya Lansia, Arif Camra, yang menurutnya merupakan sosok guru yang banyak memberikan inspirasi.

 

“Bapak Arif adalah guru saya. Saya masih harus banyak belajar kepada beliau. Yang terjadi hanyalah sedikit miskomunikasi. Kami berharap jika suatu program sudah dibiayai sepenuhnya, tidak perlu lagi dibuka donasi publik untuk program yang sama,” ungkapnya.

BACA JUGA :  120 Pendaftar Berebut 40 Kursi Daurah Tahqiq Nahdlatut Turots di Muktamar ke-35 NU

 

Di akhir keterangannya, Ali memastikan pintu komunikasi dengan pihak Griya Lansia Malang tetap terbuka. Ia berharap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog sehingga tidak mengurangi tujuan utama kegiatan sosial, yakni memberikan manfaat bagi para lansia dan anak-anak yatim.

 

Sebagai bentuk konsistensi dalam menjalankan kegiatan sosial, Bani Insan Peduli menyebut telah mengabadikan nama kedua orang tua pendirinya pada sejumlah fasilitas yang dibangun melalui bantuan yayasan, di antaranya Istana Tahfidz Ainun Bani di Majalengka, Dapur Ainun di Cirebon, Asrama Tahfidz Ainun Bani di Pacet, Sidoarjo, Masjid BANI di Lamongan, Asrama Umar Syarif di Wonoagung Pondok Rimba, serta Mushala Ainun Bani di Badur, Sumenep. (Mad/Aj

 

Berita Terkait

DPO Kasus Narkoba Proppo Diciduk di Rumah Kos, Polisi Sita BB 0,27 Gram
Angin Kencang Terjang Wilayah Palengaan Pamekasan, Atap Halaman Masjid Ambruk
Lolos dari Penggerebekan di Proppo, Terduga Pengedar Narkoba Ditetapkan sebagai DPO
Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan
Jaka Jatim Batal Demo Polres Pamekasan, Pilih Audiensi Soal Dugaan Penjarahan dan Pengancaman
Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan
Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan
Aliansi BEM Pamekasan Demo Bea Cukai Madura, Soroti Kegaduhan Rokok Marbol di Desa Plakpak Pegantenan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

DPO Kasus Narkoba Proppo Diciduk di Rumah Kos, Polisi Sita BB 0,27 Gram

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Angin Kencang Terjang Wilayah Palengaan Pamekasan, Atap Halaman Masjid Ambruk

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Lolos dari Penggerebekan di Proppo, Terduga Pengedar Narkoba Ditetapkan sebagai DPO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

DPO Kasus Narkoba diamankan Polres Pamekasan.

Hukum & Kriminal

DPO Kasus Narkoba Proppo Diciduk di Rumah Kos, Polisi Sita BB 0,27 Gram

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:27 WIB