PAMEKASAN, NOTICE – Rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-496 Kabupaten Pamekasan berlangsung semarak melalui kegiatan Pengajian Umum dan Haul Akbar Rongghosukowati bersama Majelis Sholawat AT-Taufiq Madura, Minggu (8/11/2026) malam.
Kegiatan yang berpusat di halaman Monumen Arek Lancor Pamekasan tersebut menghadirkan Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Musthofa, sebagai penceramah. Kehadirannya menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan keagamaan yang turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting tampak hadir, di antaranya Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Bupati Sukriyanto, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua PCNU Pamekasan, dan KH Khoiron Zaini selaku pimpinan majelis, Founder Bani Insan Peduli (BIP), serta Khoirul Umam (H Her).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan spiritualitas masyarakat Pamekasan.
“Kita berharap dan berdoa kegiatan malam ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan spiritual masyarakat dalam membangun Bumi Gerbang Salam,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.
“Kemajuan pembangunan harus seirama dengan penguatan akhlak, etika, dan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat kekurangan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Pamekasan dan Hari Santri Nasional.
Sementara itu, KH Zulfa Musthofa dalam ceramahnya mengajak masyarakat memahami pentingnya hubungan antara kekuatan agama dan peran pemerintah dalam menjaga kehidupan berbangsa.
“Pemerintah itu seperti penjaga. Sebuah bangsa kalau agama masyarakatnya tidak kuat, gampang roboh. Tapi jika tidak ada pemerintah yang menjaga, maka agamanya akan lepas,” tuturnya.
Rois PBNU tersebut juga menyinggung kondisi sosial dan ekonomi Pamekasan. Ia menilai potensi ekonomi daerah perlu terus dikembangkan, sekaligus diimbangi perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Anda beruntung, ekonomi Pamekasan lebih baik dari kabupaten lain di Madura. Salah satunya dilihat dari jumlah industri hotel, pengusaha rokok, dan industri lainnya,” ungkap KH Zulfa.
Ia turut menitipkan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para guru ngaji.
“Semoga kesejahteraan guru ngaji juga bisa diprioritaskan oleh Pemerintah Pamekasan,” harapnya.
Selain pengajian dan ceramah agama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 650 pekerja rentan keagamaan. Penyerahan dilakukan oleh Baznas Pamekasan kepada Bupati Kholilurrahman, untuk selanjutnya diserahkan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan. (znf/A).






