PAMEKASAN, NOTICE – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 pada Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop, UKM dan Naker) Kabupaten Pamekasan baru mencapai 42,77 persen hingga 30 Oktober 2026.
Dari total anggaran sekitar Rp13,83 miliar, realisasi tersebut belum mampu mencapai separuh pagu anggaran. Rendahnya serapan salah satunya dipengaruhi empat pembangunan fisik yang hingga memasuki akhir tahun belum dapat direalisasikan.
Kepala Diskop, UKM dan Naker Pamekasan Salehoddin, mengatakan empat proyek tersebut memiliki nilai anggaran cukup besar sehingga berpengaruh terhadap persentase serapan secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau seratus persen tidak bisa. Yang jelas empat pembangunan fisik ini tidak bisa terealisasi karena jumlahnya besar,” kata Salehoddin, Jum’at (6/11/2026).
Empat pembangunan fisik itu berada di Sae Rassah (441Juta), Sae Salera (1,6 Miliar), Food Colony (1,6 Miliar), dan PJKA (332 Juta).
Menurut Salehoddin, persoalan utama proyek tersebut berkaitan dengan perencanaan yang belum dilaksanakan ketika dirinya mulai menjabat sebagai kepala dinas pada awal Oktober 2026.
“Saya masuk ke sini awal Oktober. Angka alokasi anggarannya sudah tersajikan untuk empat pembangunan fisik itu. Ternyata perencanaannya belum dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengatakan waktu yang tersisa hingga akhir tahun tidak memungkinkan untuk mengejar pembangunan fisik tersebut. Terlebih, proses perencanaannya belum selesai.
“Sekalipun perencanaan sudah selesai beberapa bulan sebelumnya, fisiknya sudah bisa dilaksanakan. Ini karena belum terlaksana, sementara waktunya tinggal satu bulan lebih, tidak mungkin membangun fisik seperti itu,” katanya.
Meski empat proyek fisik tidak dapat direalisasikan, Salehoddin memperkirakan belanja nonfisik masih dapat diserap hingga akhir tahun. Belanja tersebut antara lain kegiatan rutin, pelatihan, serta pemeliharaan kantor.
“Kalau di luar itu, insyaallah semuanya seratus persen. Yang nonfisik seperti kegiatan rutin, pelatihan dan pemeliharaan kantor bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia berharap empat pembangunan fisik tersebut dapat dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Salehoddin menyebut proyek tersebut masuk dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
“Karena itu masuk program prioritas Bapak Bupati,” katanya. (Mad/Aj).






