PAMEKASAN, NOTICE – Keberadaan Gedung Sentra Batik Klampar di Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan. Gedung yang diharapkan menjadi pusat aktivitas batik tersebut disebut hingga kini belum dimanfaatkan untuk kegiatan produksi maupun membatik.
Fathorrahman, salah satu pengrajin batik asal Desa Klampar, mengatakan sejauh yang diketahuinya belum terdapat aktivitas membatik di gedung tersebut.
Menurutnya, gedung saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat oleh Pemerintah Desa Klampar.
“Yang saya ketahui sampai sekarang belum ada kegiatan batik-membatik di Gedung Sentra Batik Klampar,” kata Fathorrahman, saat diwawancarai, Jum’at (2/10/2026).
Ia berharap keberadaan gedung tersebut dapat benar-benar difungsikan sebagai pusat kegiatan para pengrajin. Selain menjadi tempat produksi, gedung tersebut dinilai berpotensi membantu pemasaran dan penjualan produk batik Klampar.
“Saya harap bisa difungsikan oleh kelompok pengrajin batik, sehingga bisa membantu penjualan atau kegiatan produksi kami sebagai sentral batik di Pamekasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Pamekasan, Nahrul, menjelaskan bahwa pengelolaan Gedung Sentra Batik Klampar hingga saat ini sepenuhnya berada di bawah BUMDes Klampar.
Ia menyebut, pihaknya akan kembali membahas rencana pendampingan terkait pengelolaan gedung tersebut di internal Disperindag.
“Sentra batik itu sepenuhnya dikelola oleh BUMDes Klampar sampai saat ini. Untuk rencana pendampingan lebih lanjut terkait pengelolaan Sentra Batik Klampar akan kami bahas lagi di Disperindag,” jelasnya. (znf/Aj).






