Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya Majungan Pamekasan Diprotes Warga

Avatar

- Reporter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya yang diterima oleh Murid.

Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya yang diterima oleh Murid.

PAMEKASAN, NOTICE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Bintang Cahaya Majungan, Pademawu, Pamekasan, menuai protes dari wali murid. Pasalnya pengelola dapur dinilai terus menyajikan menu makanan yang asal-asalan.

Kekecewaan para wali murid memuncak setelah beredarnya foto menu harian terbaru yang dibagikan melalui grup WhatsApp wali murid maupun difoto langsung oleh gurunya.

Dalam foto yang beredar, tampak ompreng stainless steel yang disajikan hanya berupa beberapa potong kecil kentang rebus, sepotong tahu putih, sebutir telur rebus utuh, sedikit bumbu kacang di dalam kantong plastik kecil, beberapa potong mentimun, tiga butir buah anggur, serta satu buah pangsit goreng tanpa nasi maupun susu.

BACA JUGA :  Malam Anugerah PMII Award 2024: Dorong Kader Berprestasi

Sajian ini dinilai sangat jauh dari standar gizi nasional jika merujuk pada ketetapan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan total alokasi anggaran untuk satu porsi paket MBG adalah sebesar Rp15.000, dengan pos khusus belanja bahan baku makanan yang dipatok berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

“Makanannya seakan dibuat suka-suka orang dapur saja. Kadang bahkan cuma dikasih lauk telur ceplok. Kalau anak-anak mungkin asal makan karena dikira camilan biasa, tetapi bagi kami para orang tua, menu seadanya seperti ini jelas tidak masuk akal jika melihat besaran anggaran resmi yang dikucurkan negara,” ungkap salah satu wali murid SD dengan nada kecewa saat dikonfirmasi oleh media ini, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA :  Pelantikan PC PMII Pamekasan 2026-2027, Fahril Anwar Usung Semangat “PMII Pamekasan Era Baru”

Selain itu, wali murid TK juga mengeluhkan menu MBG tersebut karena menunya porsinya sangat sedikit.

“Apakah ini akibat efisiensi anggaran ya, menunya kok seperti ini, pokoknya menunya sering seperti ini, kalau di dapur yang sebelumnya banyak porsinya dan enak-enak tidak seperti ini,” ucap salah satu wali murid TK yang enggan disebut namanya.

Keluhan mengenai kualitas menu makanan di SPPG ini rupanya bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu, unit dapur di yayasan ini juga sempat menuai kritik setelah kedapatan hanya membagikan menu berupa roti tawar dipotong bulat kecil dengan suwiran ayam dan buah kecil yang dinilai kurang memenuhi kriteria makan bergizi seimbang.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Pamekasan Kunjungi Warga Korban Kebakaran

Para wali murid juga mendesak Satgas MBG Kabupaten Pamekasan serta Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Timur untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengevaluasi izin operasional dapur SPPG tersebut.

“Kalau bisa satgas MBGnya suruh turun langsung supaya bisa diperbaiki porsi menunya ke depan,” pintanya.

Tak hanya itu, wali murid juga menuntut adanya transparansi penuh dan tindakan tegas, karena setiap rupiah dari anggaran negara adalah hak pemenuhan gizi anak sekolah yang harus dipertanggungjawabkan secara nyata.

“Dan usut juga anggarannya, anggaran besar tapi menunya main-main, apa dikorupsi atau bagaimana,” tutupnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari SPPG Yayasan Bintang Cahaya Majungan. (znf/Aj).

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Dicatut dalam Dugaan Jual Beli Jabatan, BMM Tuntut Pengusutan
Momentum Hari Sumpah Pemuda, PUSKAT Nusantara Beri Penghargaan kepada Founder BIP
Kuota Solar Pamekasan Dipangkas 1.371 KL, Distribusi dan Surat Rekomendasi Disorot
Soroti Antrean BBM Mengular, PC PMII Pamekasan Desak Pemkab Turun Tangan
Kenang Jasa M. Tabrani, Pemprov Jatim Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Pamekasan
Serapan Anggaran DKPP Pamekasan Baru 29,63 Persen, Rp19,5 Miliar Belum Terealisasi
Aktivis Soroti Anggaran Kaos Rp53,6 Juta Satpol PP dan Damkar Pamekasan
Sulit Dikonfirmasi, Bupati Pamekasan Minta Kepala DKPP tidak Abaikan Fungsi Pers

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya Majungan Pamekasan Diprotes Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Bupati Pamekasan Dicatut dalam Dugaan Jual Beli Jabatan, BMM Tuntut Pengusutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Momentum Hari Sumpah Pemuda, PUSKAT Nusantara Beri Penghargaan kepada Founder BIP

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Soroti Antrean BBM Mengular, PC PMII Pamekasan Desak Pemkab Turun Tangan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Kenang Jasa M. Tabrani, Pemprov Jatim Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Pamekasan

Berita Terbaru

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, saat menggelar konferensi pers ungkap kasus dugaan penistaan agama.

Hukum & Kriminal

Nenek 62 Tahun di Pamekasan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:42 WIB