PAMEKASAN, NOTICE – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan masih rendah. Hingga September, serapan anggaran instansi tersebut baru mencapai 29,63 persen dari total pagu Rp27,73 miliar.
Artinya, setelah sembilan bulan berjalan, anggaran yang terealisasi baru sekitar Rp8,21 miliar. Sementara itu, sekitar Rp19,52 miliar atau 70,37 persen dari total pagu masih belum terserap.
Kepala DKPP Pamekasan, Almarah Sugandi, membenarkan rendahnya realisasi anggaran tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Ia menyebutkan, total anggaran DKPP Pamekasan pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp27.737.086.878. Dari jumlah tersebut, realisasi belanja hingga September tercatat sebesar Rp8.218.945.068.
“Serapan anggaran sampai September 2026 sebesar Rp8.218.945.068 atau 29,63 persen,” kata Sugandi.
Dari total pagu tersebut, sekitar Rp16,5 miliar bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), sedangkan sisanya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Sugandi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp16 miliar melalui DAU. Namun, hingga kini usulan tersebut belum disahkan.
“Usulan tambahan anggaran sebesar Rp16 miliar dari DAU masih belum disahkan,” jelasnya.
Sugandi mengakui, rendahnya serapan anggaran dipengaruhi sejumlah kendala, terutama pelaksanaan kegiatan fisik yang membutuhkan waktu relatif panjang. Selain itu, belum adanya ketentuan dan kepastian mengenai metode pengadaan barang dan jasa turut memengaruhi pelaksanaan program.
“Kendalanya, realisasi fisik membutuhkan waktu yang cukup lama. Metode pengadaan barang dan jasa juga belum ada ketentuan dan kepastian,” paparnya.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan sejumlah kegiatan belum berjalan sesuai target. Padahal, waktu pelaksanaan anggaran 2026 terus berjalan menuju akhir tahun.
Sebagai langkah untuk mengoptimalkan realisasi anggaran, DKPP Pamekasan berupaya memaksimalkan pelaksanaan kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan fisik.
“Solusi yang kami laksanakan adalah mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan selain kegiatan fisik,” pungkasnya.(znf/Aj).






