PAMEKASAN, NOTICE – Kepedulian sosial menjadi salah satu alasan Pusat Kajian dan Penelitian Tokoh-Tokoh Nusantara (PUSKAT) Nusantara memberikan penghargaan kepada Ali Zainal Abidin atau yang akrab disapa Bang Ali, pengusaha sekaligus penggerak sosial asal Pamekasan.
Bang Ali menerima penghargaan dalam kategori Tokoh Muda Inovator Bisnis yang Sangat Peka dengan Keadaan Sosial di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Profesor Kurjum berupa piagam dan piala dalam acara Sarasehan Budaya dan Temu Tokoh Budayawan di Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan, Rabu malam (28/10/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), dan DPD KNPI Pamekasan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Profesor Kurjum menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kiprah Bang Ali sebagai pengusaha yang dinilai produktif sekaligus memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Di malam yang penuh anugerah ini, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada tokoh nasional dan pengusaha yang sangat produktif, Ali Zainal Abidin atau Bang Ali,” ujar Profesor Kurjum dalam sambutannya.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak semata-mata diberikan atas kiprah Bang Ali di dunia usaha, tetapi juga sebagai pengakuan terhadap kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kontribusi kepada masyarakat.
“Inti dari pemberian hadiah ini adalah apresiasi terhadap bentuk kepedulian sosial yang dilakukan kepada masyarakat,” tegasnya.
Profesor Kurjum juga menyampaikan harapan agar Bang Ali dapat mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan daerah pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan beliau menjadi bupati atau gubernur,” ungkapnya.
Sementara itu, Ali Zainal Abidin mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan PUSKAT Nusantara terhadap kiprah dan kepedulian sosialnya.
“Saya tidak pernah menduga penghargaan tersebut datang malam ini,” kata Bang Ali.
Lebih jauh, ia berharap momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat melahirkan generasi muda Pamekasan yang memiliki karakter kepemimpinan dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa. Menurutnya, keteladanan tokoh pemuda terdahulu perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini.
“Harapan saya, mudah-mudahan nanti akan muncul kembali pemuda Pamekasan yang memiliki karakter kepemimpinan bagi bangsa di masa depan dengan meneladani M. Tabrani,” tuturnya.
Menanggapi harapan Profesor Kurjum mengenai kemungkinan dirinya menjadi bupati atau gubernur, Bang Ali menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak mengubah pendiriannya untuk tidak terjun ke dunia politik.
“Soal menjadi bupati atau gubernur, saya tegaskan untuk kesekian kalinya, mohon maaf, saya tidak ada sedikit pun keinginan untuk masuk dunia politik. Bang Ali cuma ingin punya sahabat seperti ini,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sikap tersebut berangkat dari pesan ibunya yang selalu ia pegang dalam menjalani kehidupan sosial. Baginya, membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan merupakan hal penting tanpa harus terlibat dalam kontestasi politik.
“Wasiat dari Ummi saya, jangan sekali-kali kamu masuk dalam dunia politik, tapi kamu harus bersahabat dengan semuanya,” pungkasnya. (znf/Aj).






