Kekeringan Meluas ke 82 Desa, Kalaksa BPBD Pamekasan Beralasan Serapan BTT masih Direkap

Avatar

- Reporter

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BPBD Pamekasan.

Kantor BPBD Pamekasan.

PAMEKASAN, NOTICE – Penanganan kekeringan di Kabupaten Pamekasan telah menjangkau 82 desa dan 281 dusun. Namun, di tengah luasnya wilayah terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan belum mengungkap nominal anggaran yang telah digunakan untuk penanganan darurat tersebut.

Selama sekitar dua setengah bulan, kekeringan memicu krisis air bersih dan kebakaran lahan. Penanganannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Meski demikian, rincian alokasi dan realisasi anggaran belum dapat disampaikan kepada publik.

BACA JUGA :  Disporapar Pamekasan Gelar Lomba Voli Gembira, 52 SKPD Turut Serta Sambut HUT ke-81 RI 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmad Dafir, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan ke puluhan desa berdasarkan kriteria dan hasil pendataan wilayah terdampak.

“Penanganan kekurangan air bersih dampak kekeringan, kita telah melakukan langkah darurat pengiriman ke wilayah terdampak sebanyak 82 desa dan 281 dusun dengan kriteria yang ditetapkan,” kata Dafir, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, penentuan wilayah penerima bantuan dilakukan melalui pemetaan, verifikasi lapangan, serta penetapan berdasarkan keputusan bupati. Wilayah pesisir utara dan selatan disebut menjadi daerah yang paling rawan karena minimnya sumber mata air. Kerawanan juga ditemukan di Kecamatan Kadur, Palengaan, dan Pegantenan.

BACA JUGA :  Sidak RSUD Smart Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Pastikan Mutu Layanan Terjaga

“Sebelum dropping, kita melakukan pemetaan wilayah terdampak berdasarkan data dan dokumen kajian yang kita miliki, kemudian juga berdasarkan data awal atau aspirasi dari pemerintah kecamatan. Selanjutnya kita lakukan verifikasi langsung ke lapangan,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai pembiayaan, Dafir belum memberikan angka pasti terkait total anggaran yang telah digunakan. Ia menyebut sumber pembiayaan penanganan kekeringan berasal dari pos BTT APBD, bukan dari anggaran rutin khusus BPBD.

BACA JUGA :  Assessment LAM-PTKes Dorong Penguatan Prodi Gizi Universitas Nazhatut Thullab Sampang

“Sumber anggarannya dari APBD yang masuk dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT), karena kita tidak ada anggaran rutin khusus penyediaan bantuan,” jelasnya.

Dafir mengakui, nominal anggaran yang digunakan untuk penanganan kekeringan belum dapat disampaikan karena masih dalam proses rekapitulasi hingga masa kekeringan berakhir.

“Untuk total alokasi anggaran yang dipakai dalam penanganan kekeringan selama ini belum bisa kami sampaikan juga karena masih dalam proses rekapitulasi sampai masa kekeringan ini selesai,” pungkasnya. (znf/Aj).

 

Berita Terkait

Alokasi APBD Rp18 Miliar, PAD Sampah DLH Pamekasan Cuma Rp85 Juta
Serapan APBD Baru 60,42 Persen, DLH Pamekasan Berdalih Minim Kompetensi SDM
Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan
Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan
Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan
Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan
Kasus Indomaret Panaan Babak Baru, Polres Pamekasan Bentuk Timsus Usut Pelaku
BIP Hadirkan Keceriaan untuk 500 Anak Yatim di Pasar Malam Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kekeringan Meluas ke 82 Desa, Kalaksa BPBD Pamekasan Beralasan Serapan BTT masih Direkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Alokasi APBD Rp18 Miliar, PAD Sampah DLH Pamekasan Cuma Rp85 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Serapan APBD Baru 60,42 Persen, DLH Pamekasan Berdalih Minim Kompetensi SDM

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

DPO Kasus Narkoba diamankan Polres Pamekasan.

Hukum & Kriminal

DPO Kasus Narkoba Proppo Diciduk di Rumah Kos, Polisi Sita BB 0,27 Gram

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:27 WIB