PAMEKASAN, NOTICE – Kebutuhan air bersih, akses jalan, dan hunian layak menjadi fokus program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Program ini menyasar sejumlah kebutuhan dasar warga dengan dukungan anggaran hibah Rp2 miliar dari pemerintah daerah.
TMMD yang dilaksanakan Kodim 0826/Pamekasan bersama Pemkab Pamekasan tersebut resmi dibuka Selasa (13/10/2026). Turut dihadiri oleh Kasiter Korem 084/BJ Kolonel Inf Andi Tirtawansyah, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, Bupati Pamekasan, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam Pademawu, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, mahasiswa KKN, Karang Taruna, Linmas, serta warga setempat.
Salah satu sasaran utamanya ialah pembangunan dua sumur bor di Dusun Kotalon dan Koberu yang diproyeksikan menjangkau 60 kepala keluarga atau sekitar 260 jiwa.
Komandan Kodim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menyebut Desa Jarin dipilih karena masih membutuhkan perhatian pembangunan.
“Desa Jarin ini memang belum pernah tersentuh program TMMD. Desa ini cukup kami lihat tertinggal sehingga memang butuh sentuhan TMMD,” katanya.
Selain penyediaan air bersih, program tersebut mencakup pengaspalan jalan sepanjang 1.500 meter, pembangunan jalan baru dan tembok penahan tanah sepanjang 450 meter, serta saluran air sepanjang 400 meter. Sebanyak 10 rumah tidak layak huni juga masuk dalam sasaran rehabilitasi.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD dapat memperbesar manfaat pembangunan karena pengerjaan dilakukan melalui semangat gotong royong. Personel Satgas TMMD juga akan tinggal di rumah warga selama pelaksanaan program untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
“TMMD ini bukan cuma milik TNI, TMMD ini milik seluruh lapisan masyarakat,” tegas Agus.
Program yang melibatkan 150 personel gabungan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026. Selain pembangunan fisik, kegiatan juga meliputi 10 agenda penyuluhan dan penanaman 500 pohon trembesi. Pada tahap pra-TMMD, pengerjaan tembok penahan tanah dilaporkan telah mencapai 27 persen.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk mendukung percepatan pembangunan melalui kerja sama dengan TNI dan masyarakat.
“Alhamdulillah, seperti tahun sebelumnya, kita sediakan anggaran Rp2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.
Ia bahkan berencana menggelar kegiatan kebersamaan pada malam terakhir pelaksanaan TMMD agar dapat berinteraksi lebih dekat dengan warga.
“Nanti di malam terakhir saya ingin ada semacam sayonara gitu ya. Saya ingin semuanya berkumpul dan kalau saya pas kosong, saya pasti hadir. Saya ingin lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya. (znf/Aj).






