SAMPANG, NOTICE – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Madura mendapatkan momentum penting dengan dilakukannya Assessment Lapangan oleh LAM-PTKes pada Program Studi S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nazhatut Thullab (UNT) Sampang, terhitung sejak 19–22 November 2025.
Sebagai satu-satunya program studi gizi di Pulau Madura, kehadiran Prodi S1 Gizi UNT memegang peran strategis dalam penyediaan tenaga ahli gizi yang dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat, gizi buruk, stunting, dan kualitas hidup.
Assessment lapangan ini menjadi langkah penting bagi kampus untuk memperkuat standar akademik, tata kelola, hingga relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang masih berhadapan dengan tantangan pembangunan manusia.
Rektor UNT, Zairina, S.IP., M.M., menegaskan bahwa assessment lapangan bukan sekadar formalitas penilaian akreditasi, melainkan bagian dari ikhtiar besar kampus dalam memperkuat pondasi pendidikan kesehatan di Madura.
“Tantangan pembangunan daerah, seperti Indeks Pembangunan Manusia yang masih rendah, menjadi perhatian kami dalam menetapkan arah visi dan misi. Kami berharap masukan dari asesor dapat menjadi pijakan penting untuk terus berkembang, karena kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Prodi S1 Gizi memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan lulusan yang mampu menjawab persoalan gizi di Madura yang hingga kini masih membutuhkan tenaga profesional dan edukator di tingkat komunitas.
Sejak berdirinya prodi, berbagai upaya dilakukan untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan lokal. Langkah tersebut mencakup: penyusunan visi–misi yang kontekstual dengan problem gizi masyarakat Madura, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan daerah, penyediaan sarana dan prasarana laboratorium gizi, hingga studi banding ke Solo dan Yogyakarta sebagai acuan penguatan mutu pendidikan.
Pendekatan ini bertujuan agar lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memahami budaya, pola konsumsi, dan karakteristik sosial masyarakat Madura.
Ketua Asesor LAM-PTKes, Adriyan Pramono, S.Gz., Ph.D., memberikan apresiasi atas konsistensi UNT dalam membangun pendidikan kesehatan di daerah, terutama pada Prodi Gizi yang memiliki mandat strategis sebagai satu-satunya di Madura.
Ia menilai bahwa sejarah perkembangan institusi mulai dari Akper pada 2002, menjadi STIKes pada 2019, hingga bertransformasi menjadi universitas pada 2022 menunjukkan komitmen kuat lembaga dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Hasil assessment ini diharapkan menjadi momentum bagi Prodi S1 Gizi UNT Sampang untuk: memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kemitraan, dan menghadirkan lulusan yang mampu berperan aktif dalam peningkatan kesehatan masyarakat Madura. (Cal/Aj).






