Assessment LAM-PTKes Dorong Penguatan Prodi Gizi Universitas Nazhatut Thullab Sampang

Avatar

- Reporter

Kamis, 20 November 2025 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pelaksanaan assessment LAM-PTKes.

Suasana pelaksanaan assessment LAM-PTKes.

SAMPANG, NOTICE – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Madura mendapatkan momentum penting dengan dilakukannya Assessment Lapangan oleh LAM-PTKes pada Program Studi S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nazhatut Thullab (UNT) Sampang, terhitung sejak 19–22 November 2025.

 

Sebagai satu-satunya program studi gizi di Pulau Madura, kehadiran Prodi S1 Gizi UNT memegang peran strategis dalam penyediaan tenaga ahli gizi yang dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat, gizi buruk, stunting, dan kualitas hidup.

 

Assessment lapangan ini menjadi langkah penting bagi kampus untuk memperkuat standar akademik, tata kelola, hingga relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang masih berhadapan dengan tantangan pembangunan manusia.

BACA JUGA :  Disdikbud Pamekasan Kenalkan Sejarah Kearifan Lokal pada Siswa SD Lewat Lomba Teater Story Line

 

Rektor UNT, Zairina, S.IP., M.M., menegaskan bahwa assessment lapangan bukan sekadar formalitas penilaian akreditasi, melainkan bagian dari ikhtiar besar kampus dalam memperkuat pondasi pendidikan kesehatan di Madura.

 

“Tantangan pembangunan daerah, seperti Indeks Pembangunan Manusia yang masih rendah, menjadi perhatian kami dalam menetapkan arah visi dan misi. Kami berharap masukan dari asesor dapat menjadi pijakan penting untuk terus berkembang, karena kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa Prodi S1 Gizi memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan lulusan yang mampu menjawab persoalan gizi di Madura yang hingga kini masih membutuhkan tenaga profesional dan edukator di tingkat komunitas.

BACA JUGA :  Bos Migas H. Rudi Penuhi Undangan Bupati Pamekasan Ungkap Harta Karun Migas di Laut Madura

 

Sejak berdirinya prodi, berbagai upaya dilakukan untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan lokal. Langkah tersebut mencakup: penyusunan visi–misi yang kontekstual dengan problem gizi masyarakat Madura, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan daerah, penyediaan sarana dan prasarana laboratorium gizi, hingga studi banding ke Solo dan Yogyakarta sebagai acuan penguatan mutu pendidikan.

 

Pendekatan ini bertujuan agar lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memahami budaya, pola konsumsi, dan karakteristik sosial masyarakat Madura.

 

Ketua Asesor LAM-PTKes, Adriyan Pramono, S.Gz., Ph.D., memberikan apresiasi atas konsistensi UNT dalam membangun pendidikan kesehatan di daerah, terutama pada Prodi Gizi yang memiliki mandat strategis sebagai satu-satunya di Madura.

BACA JUGA :  Ketua Jurnalis Center Pamekasan Bagi Ilmu Jurnalistik di Kursus Digital MWC NU Kedungdung

 

Ia menilai bahwa sejarah perkembangan institusi mulai dari Akper pada 2002, menjadi STIKes pada 2019, hingga bertransformasi menjadi universitas pada 2022 menunjukkan komitmen kuat lembaga dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

 

Hasil assessment ini diharapkan menjadi momentum bagi Prodi S1 Gizi UNT Sampang untuk: memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kemitraan, dan menghadirkan lulusan yang mampu berperan aktif dalam peningkatan kesehatan masyarakat Madura. (Cal/Aj).

 

Berita Terkait

Video Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Viral, Korban Dirawat di RSUD Pamekasan
HUT ke-81 TNI, Kodim Pamekasan Tegaskan Kekuatan Prajurit Bertumpu pada Kemanunggalan dengan Rakyat
Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal
Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan
Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar
Aktivis Desak UHC Segera Diterapkan, Pemkab Pamekasan Terbitkan SE Layanan Gratis
Diluar Prediksi, Serapan Tembakau di Pamekasan Tembus 42 Ribu Ton
Bupati Pamekasan Targetkan Program UHC Prioritas Tuntas November 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Video Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Viral, Korban Dirawat di RSUD Pamekasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WIB

HUT ke-81 TNI, Kodim Pamekasan Tegaskan Kekuatan Prajurit Bertumpu pada Kemanunggalan dengan Rakyat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar

Berita Terbaru