PAMEKASAN, NOTICE – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan baru mencapai 60,42 persen hingga September. Dari total anggaran sekitar Rp18 miliar, pihak DLH menyebut keterbatasan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan faktor cuaca menjadi kendala pelaksanaan sejumlah program.
Namun, saat dimintai keterangan mengenai penggunaan anggaran tersebut, pihak DLH enggan memaparkan rincian alokasi anggaran berdasarkan program maupun kegiatan.
Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto, menyebut total APBD yang dikelola instansinya pada 2026 mencapai sekitar Rp18 miliar.
“Untuk total APBD yang dimiliki DLH tahun ini kurang lebih sekitar Rp18 miliar,” kata Supriyanto
Sementara itu, Sekretaris DLH Pamekasan, Subaidi, mengonfirmasi bahwa realisasi penyerapan anggaran hingga September 2026 masih berada di angka 60,42 persen.
“Serapan APBD 2026 DLH Pamekasan mencapai 60,42 persen per bulan September dari total anggaran sekitar kurang lebih Rp18 miliar,” ujar Subaidi, Selasa (20/10/2026).
Menurut Subaidi, pelaksanaan sejumlah program terkendala minimnya kompetensi SDM serta kondisi cuaca yang dinilai kurang mendukung.
“Kendala kita sekarang adalah minimnya kompetensi SDM dan faktor cuaca yang tidak mendukung untuk beberapa program,” jelasnya.
Ketika dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai rincian alokasi anggaran, mulai dari pembagian anggaran per program hingga kegiatan yang telah direalisasikan, Subaidi tidak memberikan penjelasan terperinci. Ia justru mengarahkan permintaan informasi tersebut kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
“Kami tidak bisa menyampaikan rincian alokasi APBD karena takut dimarahi. Kalau mau tahu, bisa langsung ke PPID saja,” ungkap Subaidi.
Belum dipaparkannya rincian tersebut membuat informasi mengenai peruntukan anggaran DLH Pamekasan senilai sekitar Rp18 miliar belum tergambar secara jelas berdasarkan keterangan kedua pejabat tersebut.
Padahal, keterbukaan informasi mengenai alokasi dan realisasi anggaran diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan uang daerah sekaligus memantau pelaksanaan program lingkungan hidup di Kabupaten Pamekasan.
Hingga berita ini ditulis, rincian alokasi APBD 2026 DLH Pamekasan berdasarkan program dan kegiatan belum diperoleh dari hasil wawancara dengan kedua narasumber tersebut. (znf/Aj).






