Imbauan Sumbangan ‘Masjid’ di MTsN 3 Pamekasan Dikeluhkan Wali Murid, Begini Tanggapan Pihak Madrasah

Avatar

- Reporter

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amplop yang diterima oleh wali murid.

Amplop yang diterima oleh wali murid.

PAMEKASAN, NOTICE – Sejumlah wali murid MTsN 3 Pamekasan, Desa Sumber Bungur, menyampaikan keluhan terkait adanya imbauan sumbangan yang disebut-sebut untuk pembangunan “masjid” di lingkungan madrasah. Keluhan itu mencuat setelah wali murid menerima undangan pembagian rapor yang dijadwalkan pada 13 Desember 2025.

 

Dalam undangan tersebut, tertulis pernyataan terkait sumbangan dan dibubuhi tanda tangan Kepala MTsN 3 Pamekasan, Agus Budi Hariyanto. Hal itu memicu dugaan adanya penyampaian informasi yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

 

Salah satu wali murid berinisial B mengungkapkan bahwa bangunan yang dimaksud bukanlah masjid, melainkan mushola kecil yang selama ini digunakan untuk kegiatan keagamaan siswa.

 

“Di undangan tertulis sumbangan untuk masjid, padahal faktanya itu mushola, bukan masjid. Ini yang membuat kami merasa keberatan,” ujar B kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

BACA JUGA :  Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Deportasi Tiga WNA Malaysia Penyalahguna Izin Tinggal

 

Ia menilai penggunaan istilah “masjid” dapat menimbulkan persepsi berbeda dan berpotensi mendorong wali murid merasa berkewajiban menyumbang. “Seolah-olah ada kesan tertentu ketika disebut masjid, padahal kenyataannya tidak demikian,” tambahnya.

 

Terpisah, Kepala MTsN 3 Pamekasan, Agus Budi Hariyanto, memberikan penjelasan resmi dan membantah bahwa undangan tersebut memuat “imbauan sumbangan” sebagaimana dikeluhkan wali murid.

 

“Undangan yang kami sampaikan murni undangan pengambilan rapor. Sebagaimana rutinitas di madrasah, saat pengambilan rapor kami menyampaikan beberapa agenda dan program semester berikutnya,” jelas Agus.

 

Ia menerangkan bahwa amplop berisi infaq/shadaqah yang disampaikan melalui wali kelas berasal dari panitia pembangunan, bukan bagian dari kewajiban atau permintaan yang bersifat memaksa.

BACA JUGA :  Ledakan Petasan di Pegantenan Lukai 5 Pemuda, Polisi Bergerak Cepat Sterilisasi Lokasi dan Libatkan Gegana

 

“Terkait istilah ‘sumbangan’, panitia pembangunan memang menitipkan amplop infaq/shadaqoh melalui wali kelas. Sifatnya seikhlasnya, tanpa tekanan atau paksaan,” tegasnya.

 

Agus juga mengakui bahwa sebelumnya sempat terjadi perbedaan penamaan antara “masjid” dan “mushola” di internal panitia pembangunan. Namun persoalan itu kini disebut sudah diselesaikan.

 

“Benar sebelumnya terjadi polemik penamaan. Sesuai petunjuk Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur, serta rapat panitia dan dewan guru, nama yang digunakan adalah ‘Musholla Al-Madani’. Ini sudah kami pastikan kembali bersama pengasuh dan panitia,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa panitia pembangunan masjid sudah terbentuk sebelum ia menjabat sebagai kepala madrasah.

BACA JUGA :  Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan

 

“Ketika saya dilantik, saya baru tahu bahwa panitia sebelumnya memakai istilah ‘masjid’. Setelah mendapat arahan pengasuh pesantren, kami melakukan pendekatan persuasif dan penamaan kini sudah fix,” katanya.

 

Agus menjelaskan, pembangunan mushola baru dilakukan karena mushola lama tidak lagi mampu menampung seluruh siswa saat melaksanakan ibadah berjamaah.

 

“Ini murni kebutuhan madrasah. Jumlah siswa semakin banyak, dan kami ingin memperkuat pembinaan karakter religius,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan tidak ada unsur pemaksaan kepada wali murid. “Jika ada pihak, termasuk orang tua atau wali, merasa kurang nyaman, kami mohon maaf. Tidak ada niat dari kami melakukan hal-hal yang tidak baik atau menekan siapa pun,” tutupnya. (Aj).

Berita Terkait

Di Hadapan Mahasiswa UIN Madura, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada AI
Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal
Dari Pelantikan ke Aksi: ORMAWA IDB Pamekasan Langsung Gaspol Bekal Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Together We Move – Improve : Pelantikan PK IPNU-IPPNU UIN Madura Tegaskan Pentingnya Kesatuan Gerakan Kader
Wabup Pamekasan Halal Bihalal Bersama Forkopimda hingga Kepala Desa
Kecelakaan Tunggal di Pasean Pamekasan: Dua Remaja Asal Waru Tewas di Tanjakan Tagangser Daya
Gelar Perkara Rampung, Kasus Proyek Jalan PUPR Pamekasan Naik Penyidikan
Bang Ali Satukan Jurnalis dan Pegiat Sosial dalam Hangatnya Ramadan di Villa BIP

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:18 WIB

Di Hadapan Mahasiswa UIN Madura, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada AI

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:01 WIB

Dari Pelantikan ke Aksi: ORMAWA IDB Pamekasan Langsung Gaspol Bekal Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Kamis, 2 April 2026 - 20:45 WIB

Together We Move – Improve : Pelantikan PK IPNU-IPPNU UIN Madura Tegaskan Pentingnya Kesatuan Gerakan Kader

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:39 WIB

Wabup Pamekasan Halal Bihalal Bersama Forkopimda hingga Kepala Desa

Berita Terbaru

PMII saat melakukan dialog dengan Bupati Pamekasan

Daerah

PMII Desak Penuntasan Tambang Galian C di Pamekasan

Rabu, 24 Jun 2026 - 23:38 WIB