Derasnya Hoaks dan Krisis Jati Diri Anak Muda, Hj. Ansari Tekankan Penguatan 4 Pilar Kebangsaan di Pesantren Sumber Bungur

Avatar

- Reporter

Senin, 15 Desember 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Sumber Bungur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan.

Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Sumber Bungur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, NOTICE – Arus globalisasi yang kian tak terbendung, banjir informasi digital, hingga maraknya hoaks dinilai menjadi ancaman nyata bagi pembentukan karakter generasi muda. Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.

 

Hal itu disampaikan Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Sumber Bungur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Senin (15/12/2025) pagi.

 

Di hadapan para siswa dan wali siswa, Hj. Ansari menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren, sekolah, dan keluarga dalam menanamkan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif era digital.

BACA JUGA :  Bupati–Wabup Pamekasan Serap Aspirasi Desa, Tegaskan Komitmen Pembangunan Merata

 

“Anak-anak kita hari ini hidup di tengah derasnya arus informasi. Tanpa fondasi kebangsaan yang kuat, mereka mudah terombang-ambing hoaks, radikalisme, hingga politik identitas,” ujar legislator asal Pamekasan tersebut.

 

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga krisis jati diri akibat derasnya budaya global dan informasi menyesatkan dari media sosial.

 

Hj. Ansari menekankan bahwa pemahaman 4 Pilar Kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran teori. Nilai-nilai tersebut harus diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, pesantren, maupun lingkungan keluarga.

BACA JUGA :  PC IPNU IPPNU Pamekasan Gelar Silaturrahmi dan Konsolidasi Kader Muda Cakraningrat

 

“Pengamalan nilai kebangsaan dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran strategis melalui keteladanan dalam bersikap, bertutur kata, serta menghargai perbedaan,” tegasnya.

 

Dalam pemaparannya, Hj. Ansari juga menyoroti kondisi bangsa yang tengah menghadapi tantangan serius berupa disinformasi, intoleransi, dan potensi perpecahan. Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan merupakan benteng utama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Menjaga persatuan, taat hukum, saling menghormati, dan mengedepankan dialog adalah wujud nyata pengamalan nilai Pancasila dan kebangsaan,” tambahnya.

 

Kegiatan sosialisasi berlangsung dialogis dan interaktif. Para siswa dilibatkan dalam diskusi seputar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika guna menumbuhkan pemahaman kritis sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Haji Her Usai Pemeriksaan KPK

 

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur, KH. Abdullah Ahmad Madani, mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai relevan dengan tantangan generasi muda di era digital.

 

“Kami berterima kasih atas kehadiran Ibu Hj. Ansari. Kami berharap para santri mampu menjadikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan sebagai pedoman hidup dan memperkuat rasa cinta tanah air,” ujarnya.

 

Ia pun berpesan agar para santri tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari kontribusi menjaga persatuan Indonesia. (znf/Aj).

Berita Terkait

Dari Pelantikan ke Aksi: ORMAWA IDB Pamekasan Langsung Gaspol Bekal Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
30 Tahun Otonomi Daerah, Bupati Pamekasan Tekankan Sinergi dan Pelayanan Nyata untuk Rakyat
Together We Move – Improve : Pelantikan PK IPNU-IPPNU UIN Madura Tegaskan Pentingnya Kesatuan Gerakan Kader
Bupati Pamekasan Sampaikan LKPJ 2025, Paparkan Capaian Ekonomi dan Kinerja Pemda
Usai Libur Idul Fitri, Bupati Pamekasan Ingatkan ASN Kembali Melayani Masyarakat
Wabup Pamekasan Sidak Dua Dapur SPPG, Soroti Menu Gizi hingga Pengolahan Limbah
Wabup Pamekasan Halal Bihalal Bersama Forkopimda hingga Kepala Desa
Kecelakaan Tunggal di Pasean Pamekasan: Dua Remaja Asal Waru Tewas di Tanjakan Tagangser Daya

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:01 WIB

Dari Pelantikan ke Aksi: ORMAWA IDB Pamekasan Langsung Gaspol Bekal Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Senin, 27 April 2026 - 15:59 WIB

30 Tahun Otonomi Daerah, Bupati Pamekasan Tekankan Sinergi dan Pelayanan Nyata untuk Rakyat

Kamis, 2 April 2026 - 20:45 WIB

Together We Move – Improve : Pelantikan PK IPNU-IPPNU UIN Madura Tegaskan Pentingnya Kesatuan Gerakan Kader

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:35 WIB

Bupati Pamekasan Sampaikan LKPJ 2025, Paparkan Capaian Ekonomi dan Kinerja Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:09 WIB

Usai Libur Idul Fitri, Bupati Pamekasan Ingatkan ASN Kembali Melayani Masyarakat

Berita Terbaru

Suasana Konferensi Pers yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pamekasan.

Hukum & Kriminal

Ratusan Motor Balap Liar Diamankan, Polres Pamekasan Sita 582 Kendaraan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:12 WIB