PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Tidak sekadar seremoni, pelantikan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan periode 2026–2027 langsung tancap gas. Usai prosesi sakral, ratusan pengurus baru dibekali seminar keorganisasian sebagai fondasi awal menjalankan roda organisasi kampus.
Kegiatan yang digelar Sabtu (2/5/2026) di Aula Utama kampus ini mengusung tema “Bersama Mengabdi, Bergerak Berkarya dengan Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif”. Sejak pukul 09.00 WIB, acara dihadiri jajaran rektorat, dekan, kaprodi, serta delegasi mahasiswa lintas program studi.
Prosesi pelantikan diawali pembacaan Surat Keputusan oleh Wakil Rektor III, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan. Di bawah bendera almamater, para pengurus berkomitmen menjalankan amanah dengan integritas, berlandaskan nilai kepesantrenan dan profesionalisme akademik.
Wakil Rektor I, Dr. Abdul Mukit, menegaskan ORMAWA bukan sekadar organisasi, melainkan ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
“ORMAWA adalah laboratorium pengabdian. Kami berharap lahir inovasi baru yang selaras dengan visi kampus dalam mencetak generasi unggul dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Samsul AR, menyoroti tantangan baru ORMAWA pasca transformasi kelembagaan kampus. Perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut mendorong penyesuaian struktur organisasi, mulai dari DEMA Institut, DEMA Fakultas hingga DPM.
“Ini tantangan sekaligus peluang. Kami berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan capaian sebelumnya dan membawa kemajuan bagi kampus serta pesantren,” tegasnya.
Presiden Mahasiswa terpilih, Nurul Anam, menyatakan kesiapan membangun kolaborasi lintas elemen mahasiswa.
“Hari ini adalah awal pengabdian. Kami siap menjadi jembatan aspirasi dan menghadirkan kontribusi nyata. Melangit dengan iman, membumi dengan karya,” ucapnya.
Menariknya, usai pelantikan, kegiatan langsung dilanjutkan Seminar Keorganisasian. Sesi ini dirancang untuk membekali pengurus dengan kemampuan praktis menghadapi dinamika organisasi modern, mulai dari manajemen konflik, kepemimpinan kolaboratif, hingga penyusunan program kerja berbasis data.
Narasumber, Nasrullah, menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam mengelola organisasi mahasiswa.
“Organisasi tidak cukup hanya dengan semangat. Harus ada penerapan fungsi manajemen: planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC), ditopang nilai humanitas dan etika,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya struktur organisasi yang adaptif dengan pembagian tugas yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih peran.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol awal perjalanan kepengurusan baru. Dengan bekal teoritis dan praktis tersebut, ORMAWA IDB Pamekasan periode 2026–2027 diharapkan tampil lebih progresif, tertib administrasi, serta mampu menjadi motor penggerak pengabdian mahasiswa yang nyata di tengah masyarakat. (Aj).






