Trauma Massal Akibat Dugaan Keracunan MBG, Ma’had Annur Kutorejo Setop Kegiatan Belajar

Avatar

- Reporter

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Ma’had Annur Kutorejo, Ahmad Masduqi, saat ditemui di kantornya.

Pimpinan Ma’had Annur Kutorejo, Ahmad Masduqi, saat ditemui di kantornya.

MOJOKERTO, NOTICE – Peristiwa keracunan massal yang diduga terjadi setelah konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan dampak serius di Ma’had Annur, Kutorejo. Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik ratusan santri, kejadian ini juga memicu tekanan psikologis yang berujung pada penghentian sementara aktivitas pendidikan di pesantren tersebut.

 

Sebanyak 159 santri diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makanan dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. Salah satu santriwati bahkan harus menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang kritis.

 

Pimpinan Ma’had Annur, Ahmad Masduqi, mengungkapkan bahwa dampak tragedi ini sangat mengkhawatirkan. Salah satu santriwati berinisial DP harus menerima transfusi tiga kantong darah setelah kadar hemoglobinnya anjlok hingga angka 5.

BACA JUGA :  Jaga Ribuan Muktamirin, Muktamar ke-35 NU Hadirkan Posko Medis 24 Jam dan Rekam Medik Digital

 

“Anak tersebut sebelumnya memang dalam kondisi kurang fit, lalu mengonsumsi makanan dari program MBG. Akibatnya kondisinya memburuk sangat cepat,” ujar Masduqi, Kamis (16/1/2026).

 

Sebagai langkah darurat, pihak pondok memutuskan meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar tanpa batas waktu. Para santri dipulangkan agar dapat menjalani pemulihan total di bawah pengawasan langsung orang tua masing-masing.

 

“Kami minta wali santri fokus merawat anak-anak sampai benar-benar pulih. Saat ini baru sebagian kecil santri yang kembali ke pondok,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dari Duka Menjadi Gerakan Kemanusiaan: Bani Insan Peduli Rayakan 1 Tahun Perjalanan Penuh Air Mata

 

Lebih jauh, Masduqi mengakui adanya trauma berat yang dirasakan pengelola, santri, hingga wali santri. Trauma tersebut membuat pihaknya keberatan jika program MBG kembali disalurkan dalam bentuk makanan siap saji.

 

“Terus terang, saya trauma. Melihat wadah makanannya saja sudah takut. Kepercayaan wali santri turun drastis. Bahkan ada santri di rumah sakit yang tidak mau makan hanya karena melihat kemasan yang mirip dengan MBG,” tegasnya.

 

BACA JUGA :  Rayakan Anniversary ke-5, Jurnalis Center Pamekasan Bahas Potensi Industri Migas

Meski demikian, Masduqi menegaskan pihaknya tetap mendukung program prioritas pemerintah. Namun ia meminta adanya evaluasi menyeluruh, khususnya terkait mekanisme distribusi bantuan.

 

“Kami mendukung program pemerintah, tapi untuk makanan jadi, kami sangat keberatan. Demi keselamatan santri, sebaiknya anggaran dikelola langsung oleh pondok atau disalurkan ke orang tua. Dengan begitu, kualitas dan keamanan makanan bisa lebih terjamin,” ujarnya.

 

Ia berharap insiden ini menjadi peringatan serius bagi seluruh penyelenggara program agar tidak mengabaikan aspek higienitas dan keamanan pangan, terutama ketika menyasar kelompok rentan seperti santri dan pelajar. (cal/Aj).

Berita Terkait

Harlah ke-27 PMII Mojokerto Bakal Dihadiri Musisi Sekaligus Vokalis Band Letto
Dorong Usaha Lintas Generasi, BRI Gelar Gathering dengan Tema “Building Wealth Strategies for Entrepreneur”
Bupati Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT kepada Buruh CV Jawara Internasional
Terima BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok, CV Jawara Internasional Dorong Kepatuhan BPJS
DPRD Pamekasan Desak Pemkab Turun Tangan Hadapi Anjloknya Harga Tembakau
Buka MTQ XXXII, Bupati Pamekasan Tegaskan Al-Qur’an Tak Cukup Dibaca, Harus Diamalkan
P-APBD 2026 Pamekasan: Belanja Modal Diperkuat, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Tetap Jadi Perhatian
Bupati Pamekasan Tegaskan Mutasi 103 Pejabat Bukan Sekadar Ganti Kursi: Harus Ada Perubahan Kinerja

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:54 WIB

Harlah ke-27 PMII Mojokerto Bakal Dihadiri Musisi Sekaligus Vokalis Band Letto

Minggu, 27 September 2026 - 11:24 WIB

Dorong Usaha Lintas Generasi, BRI Gelar Gathering dengan Tema “Building Wealth Strategies for Entrepreneur”

Kamis, 24 September 2026 - 16:41 WIB

Bupati Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT kepada Buruh CV Jawara Internasional

Kamis, 24 September 2026 - 16:22 WIB

Terima BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok, CV Jawara Internasional Dorong Kepatuhan BPJS

Selasa, 22 September 2026 - 17:15 WIB

Buka MTQ XXXII, Bupati Pamekasan Tegaskan Al-Qur’an Tak Cukup Dibaca, Harus Diamalkan

Berita Terbaru