HUT ke-81 RI, Bupati Pamekasan: PAD Digenjot, Kekeringan Ditangani hingga Pengeboran Air

Avatar

- Reporter

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi foto bersama Bupati dan Wabup Pamekasan bersama Forkopimda Pamekasan usai menggelar upacara HUT ke-81 RI.

Sesi foto bersama Bupati dan Wabup Pamekasan bersama Forkopimda Pamekasan usai menggelar upacara HUT ke-81 RI.

PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk memperkuat kemandirian daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran dan ancaman kekeringan.

 

Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menegaskan pemerintah daerah tidak boleh hanya bergantung pada kucuran anggaran dari pemerintah pusat. Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Pamekasan.

Hal itu disampaikan Kholilurrahman usai mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, efisiensi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Pamekasan dituntut semakin kreatif dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah.

“Kita harus terus berupaya meningkatkan PAD agar pembangunan daerah tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dari pusat,” ujar Kholilurrahman.

BACA JUGA :  Hasil Rikkes Tiga Bacakada Pamekasan Dinyatakan Mampu

Ia mengatakan, Pemkab Pamekasan saat ini terus melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi yang dapat menjadi sumber PAD baru. Optimalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus menjaga program pembangunan tetap berjalan.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah memastikan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. Di antaranya pendidikan, infrastruktur dan pertanian.

“Usia 81 tahun ini menunjukkan kematangan kita dalam bernegara dan bermasyarakat. Kematangan ini harus berdampak pada persatuan dan kesatuan, mulai dari jajaran pemerintahan sampai seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Selain persoalan fiskal, tantangan lain yang mendapat perhatian serius Pemkab Pamekasan adalah kekeringan yang terjadi pada musim kemarau tahun ini.

Kholilurrahman menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan penanganan mulai dari langkah darurat hingga solusi jangka panjang. Distribusi air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

BACA JUGA :  Mahfud MD Kupas Tuntas Revisi KUHP: Akhiri Warisan Kolonial, Namun Waspadai Celah Penyalahgunaan

“Distribusi air bersih terus dilakukan setiap bulan untuk membantu masyarakat yang kekurangan air,” jelasnya.

Berdasarkan pemetaan pemerintah daerah, terdapat sekitar tujuh wilayah yang terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, sekitar lima titik mengalami kondisi cukup parah sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.

Namun, Pemkab Pamekasan tidak ingin penanganan hanya berhenti pada pengiriman tangki air bersih setiap musim kemarau.

Pemerintah mulai menyiapkan solusi yang lebih permanen dengan mencari sumber-sumber air baru di kawasan yang selama ini rawan mengalami kekeringan.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah menggandeng TNI melalui program Bakti TNI untuk melakukan pengeboran di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi sumber air.

BACA JUGA :  Buka Acara Khitan Massal Gratis, Wabup Terpilih Sukriyanto Apresiasi Yayasan PSBB

“Untuk jangka panjang, kita bekerja sama melalui program Bakti TNI dengan melakukan pengeboran titik-titik air baru,” ungkapnya.

Menurut Kholilurrahman, penyediaan sumber air baru menjadi langkah penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap kali musim kemarau datang.

Di sisi lain, kondisi kemarau juga menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, penanganan kekeringan dilakukan secara bersamaan dengan langkah mitigasi terhadap dampak lain yang berpotensi muncul.

Bagi Kholilurrahman, semangat kemerdekaan tidak cukup diterjemahkan melalui seremoni tahunan. Kemerdekaan harus diwujudkan dalam kemampuan daerah mengelola potensinya sendiri sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat ketika menghadapi berbagai persoalan.

“Kita ingin semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kerja nyata, pembangunan yang berkelanjutan dan keberpihakan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Mad/Aj).

Berita Terkait

Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan
Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan
Pansus Desa DPRD Pamekasan Serap Aspirasi Kades, Pilkades hingga Keuangan Desa Jadi Sorotan
Kasus Indomaret Panaan Babak Baru, Polres Pamekasan Bentuk Timsus Usut Pelaku
BIP Hadirkan Keceriaan untuk 500 Anak Yatim di Pasar Malam Pamekasan
Buntut Bangunan Indomaret Dirusak, DPRD Pamekasan Soroti Lonjakan Kuota Ritel Modern
Buntut Audiensi ke Bupati Pamekasan, Penolakan Indomaret Berujung Pembongkaran
Plt DPRKP Pamekasan Turba ke Proppo Bahas Pembangunan Infrastruktur

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Kasus Indomaret Panaan Babak Baru, Polres Pamekasan Bentuk Timsus Usut Pelaku

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:58 WIB

BIP Hadirkan Keceriaan untuk 500 Anak Yatim di Pasar Malam Pamekasan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Buntut Bangunan Indomaret Dirusak, DPRD Pamekasan Soroti Lonjakan Kuota Ritel Modern

Berita Terbaru