Dari Bumi Tambakberas, Doa Mengalun Lewat Theme Song Muktamar ke-35 NU

Avatar

- Reporter

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ning Lia Nikmah Wafira, dan Ning Majdah.

Ning Lia Nikmah Wafira, dan Ning Majdah.

JOMBANG, NOTICENEWS.ID – Dari Bumi Tambakberas, Jombang, sebuah doa untuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia mengalun dalam balutan musik bernuansa spiritual. Lagu berjudul “Manzhumah Al-‘Audah ilal Ushul” resmi menjadi theme song Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

 

Lagu tersebut bukan sekadar pengiring perhelatan akbar organisasi. Di balik lantunan syair berbahasa Arab dengan metrum Bahr Wafir, tersimpan pesan tentang harapan, amanah kepemimpinan, kecintaan terhadap tradisi, serta doa untuk keberlanjutan perjuangan para ulama.

Secara musikal, karya ini memadukan instrumen khas Timur Tengah dengan sentuhan kearifan lokal Nusantara. Perpaduan tersebut menciptakan nuansa khas yang sekaligus menggambarkan pertemuan tradisi keislaman dan kebudayaan Nusantara.

Yang menarik, suara dalam theme song tersebut diisi dua sosok dari kalangan dzurriyah, yakni keturunan pendiri dan masyayikh pesantren, yaitu Ning Lia Nikmah Wafira, yang akrab disapa Ning Vira, dan Ning Majdah.

BACA JUGA :  Santri Banyuanyar Kembali Harumkan Indonesia, Bupati Pamekasan Beri Restu Menuju Turki

Bagi Ning Vira, dipercaya menjadi bagian dari theme song Muktamar ke-35 NU merupakan kehormatan sekaligus amanah yang memiliki makna mendalam.

“Ini adalah amanah dan kebanggaan yang sangat berharga bagi kami. Lagu ini diharapkan menjadi pepiling atau pengingat agar Muktamar melahirkan pemimpin yang amanah, visioner, mandiri, serta terus berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah,” ujar Ning Vira, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, lagu tersebut juga membawa pesan agar warga nahdliyin tidak melupakan akar perjuangan para ulama dan tetap menjaga hubungan antara agama, bangsa, dan tradisi.

“Mari kita bersama-sama menjaga agama, merawat bangsa, dan meneruskan perjuangan para masyayikh serta pendahulu NU,” ungkapnya.

Sementara itu, Ning Majdah mengaku bahagia sekaligus tidak menyangka mendapat kepercayaan untuk mengisi vokal dalam perhelatan nasional tersebut.

BACA JUGA :  Serapan Anggaran DKPP Pamekasan Baru 29,63 Persen, Rp19,5 Miliar Belum Terealisasi

Baginya, keterlibatan tersebut menjadi bentuk kecil pengabdian sekaligus ungkapan syukur sebagai bagian dari dzurriyah.

“Rasa bahagia dan tidak menyangka bisa dipercaya untuk acara sebesar Muktamar nasional ini. Ini adalah bentuk rasa syukur dan kontribusi kecil kami dari dzurriyah untuk Nahdlatul Ulama,” kata Ning Majdah.

Di balik hasil akhir yang terdengar megah dan matang, proses rekaman theme song tersebut ternyata berlangsung relatif singkat.

Proses pengambilan vokal di studio bahkan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.

Ning Vira telah mempelajari materi lagu sebelum proses rekaman. Sementara Ning Majdah baru menerima dan mendalami materi lagu pada hari rekaman.

Meski demikian, proses tersebut tetap berjalan lancar. Keduanya mampu menyesuaikan diri dengan materi lagu dan menyelesaikan proses perekaman tanpa kendala berarti.

Salah satu bagian yang menjadi kekuatan pesan lagu tersebut adalah bait:

BACA JUGA :  Oknum Petugas Lapas Kelas IIA Pamekasan Kepergok Melakukan Penyelundupan Narkoba

“Bi farhatin, bi hamdillah, bi syukrillahi, wa ridwanillah.”

Ungkapan tersebut membawa pesan tentang kegembiraan, pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus harapan agar seluruh ikhtiar mendapatkan keridaan-Nya.

Pesan tersebut dinilai selaras dengan semangat Muktamar ke-35 NU yang tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan, menjaga tradisi, dan menatap masa depan NU.

Pada akhirnya, “Manzhumah Al-‘Audah ilal Ushul” menjadi lebih dari sekadar lagu pembuka atau pelengkap Muktamar. Dari bait-bait nya mengalir doa agar kepemimpinan NU ke depan tetap berpijak pada nilai ke-ulama-an, amanah, dan perjuangan para pendahulu.

Dari Tambakberas, suara itu kemudian menjadi pesan spiritual yang menyertai perjalanan Muktamar ke-35 NU.

“Semoga seluruh rangkaian acara Muktamar berjalan lancar, penuh hikmah, membawa keberkahan, dan mendapat keridaan Allah SWT,” pungkasnya. (Mad/Aj).

Berita Terkait

Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir
UHC Prioritas Kembali Aktif, Sekda Pamekasan: Berlaku untuk Semua Layanan Kesehatan
Lantik 9 Pejabat Administrator, Bupati Pamekasan Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab
Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya Majungan Pamekasan Diprotes Warga
Bupati Pamekasan Dicatut dalam Dugaan Jual Beli Jabatan, BMM Tuntut Pengusutan
Momentum Hari Sumpah Pemuda, PUSKAT Nusantara Beri Penghargaan kepada Founder BIP
Kuota Solar Pamekasan Dipangkas 1.371 KL, Distribusi dan Surat Rekomendasi Disorot
Soroti Antrean BBM Mengular, PC PMII Pamekasan Desak Pemkab Turun Tangan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:15 WIB

Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir

Senin, 2 November 2026 - 19:31 WIB

UHC Prioritas Kembali Aktif, Sekda Pamekasan: Berlaku untuk Semua Layanan Kesehatan

Senin, 2 November 2026 - 12:17 WIB

Lantik 9 Pejabat Administrator, Bupati Pamekasan Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Bupati Pamekasan Dicatut dalam Dugaan Jual Beli Jabatan, BMM Tuntut Pengusutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Momentum Hari Sumpah Pemuda, PUSKAT Nusantara Beri Penghargaan kepada Founder BIP

Berita Terbaru

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, saat menggelar konferensi pers ungkap kasus dugaan penistaan agama.

Hukum & Kriminal

Nenek 62 Tahun di Pamekasan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:42 WIB