JOMBANG, NOTICENEWS.ID – Jejak sejarah para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bakal hadir dalam bentuk karya seni menjelang Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Salah satu karya yang dipastikan menjadi perhatian pengunjung adalah lukisan kolosal 25 kiai muassis NU karya perupa J Hasanto. Lukisan berukuran jumbo tersebut tidak hanya menyajikan potret para ulama, tetapi menjadi medium untuk mengenalkan kembali sosok dan perjuangan para pendiri NU kepada generasi saat ini.
Karya bertajuk “25 Kiai Muassis NU” itu digarap menggunakan cat minyak di atas kanvas berukuran 250 x 120 sentimeter. Jika termasuk bingkai, ukurannya mencapai 277 x 147 sentimeter.
J Hasanto mengatakan, lukisan tersebut sengaja dibuat untuk mengabadikan para kiai yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal NU. Tiga tokoh utama NU asal Jombang, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri, menjadi bagian dari komposisi lukisan tersebut.
Selain ketiganya, terdapat pula sosok KH As’ad Syamsul Arifin serta sejumlah ulama lainnya yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah NU.
“Kami berharap banyak warga NU bisa melihat lukisan tersebut untuk mengenal para kiai pendiri NU yang ternyata jumlahnya banyak,” ujar J Hasanto, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, karya tersebut tidak semata-mata dibuat untuk kepentingan estetika. Lebih dari itu, lukisan menjadi sarana untuk merawat memori sejarah sekaligus mendekatkan generasi muda dengan tokoh-tokoh yang menjadi bagian penting dari lahirnya NU.
“Melalui lukisan ini kami ingin mengajak generasi muda mengenal kembali para kiai yang telah meletakkan dasar perjuangan NU,” ujarnya.
Pameran seni menyambut Muktamar ke-35 NU tersebut tidak hanya menampilkan lukisan 25 kiai muassis. Sedikitnya 100 karya lukis dengan beragam tema juga disiapkan.
Karya-karya tersebut mencakup tema keislaman, ke-NU-an, kaligrafi, hingga potret sejumlah tokoh nasional.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah perupa dari berbagai daerah. Selain J Hasanto, seniman Kholison Syafi’i dari Semarang dan Riyanto dari Demak turut terlibat dalam menyiapkan karya.
Pameran dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Agustus 2026, lebih awal sebelum rangkaian resmi Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.
Lokasi pameran berada di halaman depan kediaman Mundjidah Wahab, Bupati Jombang periode 2018-2023, yang berada di kawasan Tambakberas, tepatnya di seberang Pondok Pesantren Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2.
J Hasanto mengapresiasi dukungan keluarga besar pengasuh Ribath Al Lathifiyah 2 dan Al Wahabiyah 1 Bahrul Ulum yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan pameran.
“Lokasinya di halaman depan rumah Putri KH Wahab Chasbullah, Bu Nyai Mundjidah Wahab. Saya bersama teman-teman menyampaikan rasa terima kasih kepada beliau karena sudah mengapresiasi niat kami dengan menyediakan tempat,” katanya.
Selain dipamerkan kepada publik, J Hasanto juga menyiapkan lelang daring untuk 10 karya terbaiknya. Salah satu karya yang masuk dalam agenda tersebut adalah lukisan “25 Kiai Muassis NU”.
Dua karya kaligrafi berbahan kain perca juga akan menjadi bagian dari karya yang dilelang.
Bagi J Hasanto, pameran ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjadikan seni sebagai media merawat sejarah dan mengenalkan kembali tokoh-tokoh ulama Nusantara.
Pelukis asal Salatiga tersebut selama ini dikenal konsisten mengangkat figur dan sejarah ulama Nusantara. Ia pernah melukis figur KH Hasan Gipo dan mendapat kepercayaan dari pihak keluarga (dzuriyah) untuk melukis Syaikhona Kholil Bangkalan.
“Pada 18 Agustus kita berangkat ke Tambakberas Jombang. Kemudian tanggal 20 Agustus kita mulai pameran di lokasi muktamar. Karya lukis terus kita kumpulkan untuk kebutuhan tersebut,” pungkasnya. (Mad/Aj).







