Diduga Malapraktik, Aktivis Geruduk Dinkes Pamekasan Desak Cabut Izin RSIA Puri Bunda Madura

Avatar

- Reporter

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan, Alvira Sulistyowati

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan, Alvira Sulistyowati

PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Pemuda Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Kamis (25/6/2026) pagi.

Mereka mendesak pemerintah segera mengusut tuntas dugaan malapraktik yang terjadi di RSIA Puri Bunda Madura dan menuntut adanya tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Aksi tersebut dipicu oleh kasus yang dialami QQ (29), warga Kecamatan Pakong, yang diduga menjadi korban malapraktik saat menjalani persalinan di RSIA Puri Bunda Madura.

Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Pemuda Indonesia Jawa Timur, Imam Arifin, menjelaskan bahwa QQ awalnya menjalani operasi sesar. Namun setelah tindakan tersebut, pasien mengalami pendarahan hebat hingga harus menjalani operasi kedua yang berujung pada pengangkatan rahim.

BACA JUGA :  Pantura Pamekasan Masih Minim Layanan Damkar, Ketua DPRD Dorong Pos Baru Segera Dibangun

“Pasien menjalani operasi sesar, kemudian mengalami pendarahan dan dilakukan tindakan operasi kembali hingga rahimnya diangkat,” ujar Imam.

Menurutnya, kondisi QQ tidak kunjung membaik sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan, ditemukan adanya masalah pada usus yang melilit (usus melintir), bukan pada rahim.

“Setelah ditangani di RSUD Dr. Soetomo, ternyata masalah utamanya ada pada usus yang melintir. Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan alasan dilakukan pengangkatan rahim sebelumnya,” katanya.

Selain itu, Imam juga menyoroti kesulitan keluarga dalam memperoleh rekam medis pasien dari RSIA Puri Bunda Madura.

“Ketika pasien selesai dirawat di RSUD Dr. Soetomo, rekam medis bisa langsung diakses sesuai prosedur. Namun pihak keluarga mengaku mengalami kendala saat meminta dokumen serupa di RSIA,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kapolsek Galis Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta rekam medis pasien diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, meminta pertanggungjawaban atas dugaan kerugian yang dialami pasien, serta mendesak Dinkes Pamekasan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pelayanan medis di RSIA Puri Bunda Madura.

Mereka juga meminta aparat berwenang menindak tegas apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran prosedur atau dugaan malapraktik.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Avira Sulistyowati, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi awal bersama tim yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan unsur rumah sakit terkait. Investigasi juga akan ditelusuri lebih lanjut hingga ke Surabaya.

BACA JUGA :  Usai Putusan MK, Bupati Terpilih KH. Kholilurrahman Ajak Masyarakat Pamekasan Bersatu

“Kasus ini sudah kami tindak lanjuti bersama tim. Namun hasilnya belum bisa kami sampaikan sekarang karena masih harus dikonsolidasikan dengan komite medik di tingkat provinsi,” jelas Avira.

Terkait permintaan pembukaan rekam medis, Avira menegaskan bahwa akses terhadap isi rekam medis harus mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Rekam medis memiliki aturan khusus. Proses pemberian informasi harus sesuai regulasi dan mekanisme yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Humas RSIA Puri Bunda MaduraSari Purwati, menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah menyerahkan seluruh dokumen dan keterangan yang dibutuhkan kepada Dinkes Pamekasan.

“Semua sudah kita laporkan ke dinkes dan sudah di paparkan di lokasi demo tadi mas,” singkatnya. (Mad).

Berita Terkait

Harlah ke-27 PMII Mojokerto Bakal Dihadiri Musisi Sekaligus Vokalis Band Letto
Dorong Usaha Lintas Generasi, BRI Gelar Gathering dengan Tema “Building Wealth Strategies for Entrepreneur”
Bupati Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT kepada Buruh CV Jawara Internasional
Terima BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok, CV Jawara Internasional Dorong Kepatuhan BPJS
DPRD Pamekasan Desak Pemkab Turun Tangan Hadapi Anjloknya Harga Tembakau
Buka MTQ XXXII, Bupati Pamekasan Tegaskan Al-Qur’an Tak Cukup Dibaca, Harus Diamalkan
P-APBD 2026 Pamekasan: Belanja Modal Diperkuat, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Tetap Jadi Perhatian
Bupati Pamekasan Tegaskan Mutasi 103 Pejabat Bukan Sekadar Ganti Kursi: Harus Ada Perubahan Kinerja

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:54 WIB

Harlah ke-27 PMII Mojokerto Bakal Dihadiri Musisi Sekaligus Vokalis Band Letto

Minggu, 27 September 2026 - 11:24 WIB

Dorong Usaha Lintas Generasi, BRI Gelar Gathering dengan Tema “Building Wealth Strategies for Entrepreneur”

Kamis, 24 September 2026 - 16:41 WIB

Bupati Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT kepada Buruh CV Jawara Internasional

Kamis, 24 September 2026 - 16:22 WIB

Terima BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok, CV Jawara Internasional Dorong Kepatuhan BPJS

Selasa, 22 September 2026 - 17:15 WIB

Buka MTQ XXXII, Bupati Pamekasan Tegaskan Al-Qur’an Tak Cukup Dibaca, Harus Diamalkan

Berita Terbaru