BANGKALAN, NOTICENEWS.ID — Antusiasme terhadap pelestarian karya intelektual ulama Nusantara terlihat dalam gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Daurah Tahqiq yang digelar Nahdlatut Turots mendapat sambutan tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai tiga kali lipat dari kuota peserta yang tersedia.
Hingga Selasa (11/8/2026), sedikitnya 120 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan menyunting dan mengkaji karya pustaka klasik Islam atau turots tersebut. Padahal, panitia hanya menyediakan 40 kursi bagi peserta yang lolos seleksi.
Penanggung jawab Daurah Tahqiq Nahdlatut Turots, Nanal Ainal Fauz, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk mendalami khazanah intelektual ulama melalui metode tahqiq.
“Pendaftaran akan berlangsung hingga 12 Agustus mendatang. Sampai sekarang sudah tidak kurang dari 120 pendaftar, sementara peserta yang akan diterima hanya 40 orang,” ungkap Nanal, Selasa (11/8/2026).
Dari seluruh pendaftar tersebut, panitia akan melakukan seleksi berdasarkan kemampuan dasar dalam membaca dan memahami teks keislaman. Sejumlah kompetensi yang menjadi perhatian antara lain penguasaan gramatika bahasa Arab serta kemampuan membaca berbagai bentuk aksara yang digunakan dalam manuskrip keislaman.
“Peserta akan diberikan ujian secara khusus. Dalam waktu yang telah ditentukan harus segera diselesaikan. Empat puluh peserta terbaik akan dinyatakan lolos,” jelas Nanal.
Peserta yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti Daurah Tahqiq di Pesantren Hidayatul Quran, Rejoso, Jombang, selama dua hari, 28-29 Agustus 2026.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung digembleng melalui praktik tahqiq. Mereka akan diperkenalkan dengan berbagai tahapan dalam menyunting, memeriksa, membandingkan, hingga memastikan keakuratan sebuah karya pustaka klasik.
Nanal mengatakan, kegiatan tersebut memiliki target lebih jauh, yakni mencetak kader-kader muhaqqiq yang mampu menjaga dan menghidupkan kembali karya-karya intelektual ulama Nusantara.
“Kami menargetkan output dari kegiatan ini, selain melahirkan kader muhaqqiq, juga menghasilkan satu naskah yang telah selesai ditahqiq,” ujarnya.
Yang membuat kegiatan tersebut semakin istimewa, Nahdlatut Turots berencana mendedikasikan proses tahqiq untuk salah satu karya yang ditulis oleh muasis atau pendiri Nahdlatul Ulama.
Pengampu Lajnah Turots Ulama Kudus itu menyebut langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap momentum Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang.
“Sebagai bentuk hormat akan pelaksanaan muktamar, kami akan mendedikasikan untuk mentahqiq karya muasis NU. Apa judulnya? Tunggu saja nanti,” pungkasnya. (Mad/Aj).







