Awal Tahun Anggaran, DPRD Pamekasan Diterpa Isu Dugaan Penyimpangan Dana Pokir

Avatar

- Reporter

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi saat ditemui Anggota Banggar DPRD Pamekasan, Moh. Faridi.

Massa aksi saat ditemui Anggota Banggar DPRD Pamekasan, Moh. Faridi.

PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Awal tahun 2026 menjadi ujian serius bagi DPRD Kabupaten Pamekasan. Forum Kota (Forkot) Pamekasan menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD, Kamis (5/2/2026), dengan menyoroti dugaan penyimpangan pengelolaan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan yang nilainya disebut mencapai hingga Rp200 miliar.

 

Aksi tersebut menandai meningkatnya tekanan publik terhadap lembaga legislatif, terutama dalam pengelolaan anggaran yang bersumber dari aspirasi masyarakat. Forkot menilai dana Pokir yang seharusnya menjadi instrumen pembangunan berbasis kebutuhan rakyat justru rawan disalahgunakan.

 

Dalam orasinya, Ketua Forkot Pamekasan, Samsul Arifin yang akrab disapa Gerad, menegaskan bahwa Pokir bukan hak personal anggota DPRD, melainkan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui reses yang wajib dikelola sesuai aturan.

BACA JUGA :  Ali Masykur Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Pamekasan

 

“Pokir itu bukan hak pribadi anggota dewan. Itu aspirasi rakyat yang harus digunakan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.

 

Forkot memaparkan, secara normatif alokasi Pokir per anggota DPRD diperkirakan maksimal Rp2 miliar. Dengan total 45 anggota DPRD, maka akumulasi Pokir seharusnya berada di kisaran Rp90 miliar.

 

Namun, Forkot menduga dalam APBD Pamekasan Tahun Anggaran 2025, kegiatan Pokir yang tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) justru membengkak hingga sekitar Rp200 miliar.

 

Selain persoalan besaran anggaran, Forkot juga menyoroti mekanisme pelaksanaan Pokir yang dinilai menyimpang, mulai dari usulan yang tidak sesuai daerah pemilihan (dapil), dugaan pengaturan proyek, hingga indikasi penentuan pelaksana kegiatan oleh oknum anggota DPRD.

BACA JUGA :  Bahasa Madura dan Busana Bangsawan Warnai Upacara Sakral Hari Jadi ke-495 Pamekasan

 

Dalam aksinya, Forkot menyebut adanya dugaan praktik “penguncian” kegiatan Pokir melalui kode tertentu di OPD, yang diduga mempermudah lobi perusahaan atau CV yang disebut sebagai utusan anggota dewan.

 

Menanggapi tudingan tersebut, Anggota Banggar DPRD Pamekasan, Moh Faridi, menemui massa aksi. Ia meminta Forkot melakukan pengecekan ulang atas informasi yang disampaikan dan menegaskan agar dugaan pelanggaran dilaporkan melalui jalur hukum.

 

“Informasi yang disampaikan tidak benar. Namun jika memang ada temuan terkait Pokir dan anggarannya, silakan dilaporkan ke penegak hukum,” tegas politisi PKB itu.

 

Faridi juga menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut sedang berada di Pamekasan pada bulan ini.

BACA JUGA :  Pegadaian Syariah Gandeng Media, Madura Jadi Kekuatan Nasional Bisnis Emas

 

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Pamekasan, Rize Ikhwan Muttaqien, menjelaskan bahwa Pokir merupakan usulan program yang kedudukannya sama dengan Musrenbang dan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

 

“Tahun ini jatah Pokir setiap anggota DPRD sebesar Rp1 miliar. Anggota dewan hanya sebatas mengusulkan program hasil reses dan tidak boleh menentukan pelaksana kegiatan, karena itu kewenangan dinas,” jelasnya.

 

Dalam aksi tersebut, Forkot menyampaikan empat tuntutan utama, di antaranya mendesak KPK memeriksa seluruh anggota DPRD Pamekasan, meminta Banggar DPRD bertanggung jawab, mendorong pemeriksaan pejabat OPD terkait, serta menuntut audit menyeluruh dana Pokir APBD 2024–2025. (znf/Aj).

 

Berita Terkait

Panitia Muktamar ke-35 NU Hadirkan 25 Ribu Cangkir Kopi Gratis Bernuansa Khidmah Pesantren
GMNI Pamekasan Siap Kawal Penyidikan Dugaan Korupsi, Desak Kejari Usut Tuntas Tanpa Tebang Pilih
Respons Penggeledahan Kejari, Sekda Pamekasan Tegaskan Pemkab Kooperatif dan Dukung Proses Hukum
Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Serikat Rakyat Pamekasan Dukung Program MBG 
DPRD Pamekasan Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Paparkan Kinerja Keuangan Daerah
Bupati Kholilurrahman Turun Langsung Bersihkan Eks Stasiun PJKA, Gaungkan Gerakan Pamekasan Bersih
Bupati Pamekasan Benahi Layanan Kesehatan, Seluruh Kepala Puskesmas Ditarget Definitif Tahun Ini
Sidak RSUD Smart Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Pastikan Mutu Layanan Terjaga

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Panitia Muktamar ke-35 NU Hadirkan 25 Ribu Cangkir Kopi Gratis Bernuansa Khidmah Pesantren

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:23 WIB

GMNI Pamekasan Siap Kawal Penyidikan Dugaan Korupsi, Desak Kejari Usut Tuntas Tanpa Tebang Pilih

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Respons Penggeledahan Kejari, Sekda Pamekasan Tegaskan Pemkab Kooperatif dan Dukung Proses Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:47 WIB

Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Serikat Rakyat Pamekasan Dukung Program MBG 

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

DPRD Pamekasan Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Paparkan Kinerja Keuangan Daerah

Berita Terbaru