PAMEKASAN, notice – Langkah konkret dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung ke Kabupaten Pamekasan, Minggu (15/06), untuk menyerahkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah masyarakat Pamekasan, Gubernur Khofifah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di garis depan dalam memperjuangkan kesejahteraan warga Jawa Timur.
“Ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai dan berdampak pada masyarakat,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, hingga dukungan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera.
“Penyaluran ini juga menjadi bagian dari program jangka panjang Pemprov Jatim untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga miskin,” paparnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan doa agar bantuan tersebut membawa berkah dan semangat baru bagi para penerima. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pamekasan atas kerja sama dan sinergi yang kuat dalam menyukseskan agenda penyaluran.
Terpisah, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyambut hangat kehadiran Gubernur Khofifah dan menyatakan bahwa perhatian dari Pemprov Jatim menjadi energi baru bagi daerahnya.
“Dukungan ini sangat berarti. Kami berharap ke depan bantuan bisa difokuskan juga pada program pemberdayaan berkelanjutan agar masyarakat bisa lebih mandiri,” kata Bupati.
Total penerima bantuan sosial dalam kegiatan ini meliputi berbagai kategori, antara lain:
- 100 orang penerima manfaat bansos kemiskinan ekstrem
- 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Lansia PKH Plus
- 5 orang penerima Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD)
- 70 penerima manfaat KIP KPM Jawara
- 27 penerima manfaat KIP PPKS Jawara
- 10 calon siswa Sekolah Rakyat Desil 1
- 10 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
- 10 SDM pendamping PKH Plus
- 10 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana)
- 5 pendamping penyandang disabilitas.
Penyaluran ini sekaligus mempertegas arah kebijakan Pemprov Jatim yang tidak hanya fokus pada bantuan langsung, tapi juga pemberdayaan jangka panjang bagi keluarga miskin dan rentan.





