Istigasah Majelis Shongai Barokah,  Solidaritas Doa untuk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Avatar

- Reporter

Senin, 6 Oktober 2025 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Istigasah dan doa bersama untuk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.

Suasana Istigasah dan doa bersama untuk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.

PAMEKASAN, NOTICE – Suasana khidmat menyelimuti Dusun Serkeser Dejeh, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Minggu malam (5/10/2025). Ratusan jamaah Majelis Shongai Barokah berkumpul di kediaman Nur Fajri Alim untuk melaksanakan rutinan malam Senin.

Namun kali ini, doa bersama terasa lebih mendalam: istigasah khusus dipanjatkan untuk keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang baru saja tertimpa musibah.

 

Dengan mengusung tema “Istigasah dan Doa Bersama untuk Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo dan Para Santri Syuhada”, jamaah larut dalam lantunan selawat, zikir, serta doa penuh haru.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Haji Her Usai Pemeriksaan KPK

 

“Istigasah ini kami niatkan untuk mendoakan para korban. Semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutur tuan rumah majelis, Nur Fajri Alim.

 

Majelis Shongai Barokah memang dikenal bukan hanya sebagai wadah selawat dan zikir, tetapi juga ruang solidaritas umat. Rutin digelar setiap malam Senin, majelis ini menghadirkan suasana kebersamaan yang santai namun penuh barokah.

BACA JUGA :  Diduga Mengantuk, Mobil Minibus Tabrak Pembatas Jalan di Pamekasan

 

Dalam kesempatan itu, Kiai Istiqom Idris mengingatkan bahwa Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran merupakan salah satu pesantren tertua di Nusantara dengan jejak keilmuan yang panjang. Pesantren ini diasuh oleh Kiai Khozin Sepuh, menantu KH Ya’qub, dan pernah menjadi pengasuh Pondok Siwalanpanji—pesantren bersejarah yang telah melahirkan banyak ulama besar.

 

“Dari pesantren inilah lahir tokoh-tokoh besar bangsa, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, hingga KH As’ad Syamsul Arifin. Maka wajar bila pesantren ini disebut sebagai pesantren para syuhada,” jelas Kiai Istiqom.

BACA JUGA :  419 Bencana Terjadi Sepanjang 2025, BPBD Pamekasan Soroti Ancaman Banjir dan Longsor

 

Menurutnya, musibah yang menimpa Al Khoziny bukan hanya duka bagi keluarga pesantren, tetapi juga bagi umat Islam secara luas. Karenanya, doa bersama menjadi ikhtiar spiritual untuk memperkuat ikatan ukhuwah.

 

“Mari kita panjatkan doa agar keluarga besar Al Khoziny diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” imbuhnya. (Mad).

Berita Terkait

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Ajak Warga Wujudkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan
Empat Sapi Jumbo dan Delapan Kambing Dikurbankan, Tangga Seribu Tebar Ribuan Paket Daging
Pemkab Pamekasan dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepesertaan Jaminan Sosial
Ribuan Anak Disabilitas Dipeluk dalam Satu Panggung, BIP Tebar Kepedulian Tanpa Sekat di Pamekasan
Terungkap Setelah 5 Tahun, Oknum Guru Ngaji di Pamekasan Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur
Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan
Warga Komis Sampang Bangun Jalan Sendiri Lewat Gotong Royong & Live TikTok
CEO Bawang Mas Group Haji Her Datangi Gedung Merah Putih KPK, Penuhi Pemeriksaan Kasus Suap Bea Cukai

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:57 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Ajak Warga Wujudkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:32 WIB

Empat Sapi Jumbo dan Delapan Kambing Dikurbankan, Tangga Seribu Tebar Ribuan Paket Daging

Senin, 27 April 2026 - 23:50 WIB

Pemkab Pamekasan dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepesertaan Jaminan Sosial

Senin, 27 April 2026 - 07:30 WIB

Ribuan Anak Disabilitas Dipeluk dalam Satu Panggung, BIP Tebar Kepedulian Tanpa Sekat di Pamekasan

Rabu, 22 April 2026 - 18:29 WIB

Terungkap Setelah 5 Tahun, Oknum Guru Ngaji di Pamekasan Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur

Berita Terbaru

Ilustrasi Budidaya Ikan lele.

Daerah

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:15 WIB