SAMPANG, NOTICENEWS.id – Ketika pembangunan tak kunjung merata, warga Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang memilih tidak menunggu. Mereka bergerak melalui komunitas Masyarakat Komis Bergerak (MKB), warga dan pemuda setempat kembali menunjukkan aksi nyata dengan memperbaiki jalan rusak di Kampung Kaju Setenggih, Dusun Malakah, Sabtu (11/4/2026).
Perbaiki jalan Ini merupakan aksi jilid II, lanjutan dari gerakan swadaya yang kian membesar. Berangkat dari keprihatinan terhadap akses jalan yang menghambat aktivitas warga, MKB menjadikan gotong royong sebagai solusi. Slogan “Desa Kita, Tanggung Jawab Kita Bersama” bukan sekadar kata, tapi diwujudkan dalam kerja nyata.
Abdul Basid, salah seorang warga yang terlibat, menyebut progres pengerjaan terus menunjukkan hasil signifikan.
“Total sudah sekitar 51 meter. Malam pertama 18 meter, malam kedua 18 meter, dan tadi malam sekitar 15 meter,” ujarnya.
Perbaikan dilakukan bertahap setiap malam di titik-titik paling mendesak. Namun, tingginya antusiasme warga membuat target terus berkembang. Yang menarik, gerakan ini tidak hanya bertumpu pada tenaga, tapi juga kreativitas pendanaan. MKB menggabungkan cara konvensional dengan pendekatan digital.
“Dana dari swadaya. Ada yang patungan, ada juga yang lewat Live TikTok untuk mengajak donasi,” jelas Basid.
Dukungan bahkan datang dari perantau asal Komis yang tersebar di Jakarta, Malaysia, hingga Arab Saudi. Jarak tak menjadi penghalang untuk ikut membangun kampung halaman.
“Walaupun tidak di sini, mereka tetap peduli dan ikut berkontribusi,” tambahnya.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa solidaritas warga bisa menjadi jawaban atas keterbatasan. Lebih dari sekadar memperbaiki jalan, aksi ini menegaskan kuatnya rasa memiliki terhadap desa.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang cinta kampung halaman,” tegas Basid.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Komis mengapresiasi langkah warganya. Sekretaris Desa, Fathur Rosi, mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama pembangunan.
“Pemdes sangat terbantu. Tidak semua bisa dibangun sekaligus karena anggaran terbatas, apalagi sebagian dialokasikan untuk program pusat,” ungkapnya.
Kini, MKB bersiap melanjutkan aksi ke tahap berikutnya, menyasar titik jalan rusak lainnya. Semangat gotong royong yang menyala di Desa Komis pun diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain. (Ical/Aj).





