Pesantren telah memainkan peran signifikan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Lembaga pendidikan tradisional ini telah menjadi garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa. Namun, di era kontemporer ini, pesantren seringkali disorot karena praktik penghormatan antara santri dan kyai yang dianggap feodalistik.
Namun, perlu dipahami bahwa penghormatan tersebut merupakan manifestasi dari nilai-nilai ketaatan dan kerendahan hati yang diajarkan dalam tradisi pesantren. Berbeda dengan penghormatan dalam konteks birokrasi yang seringkali bersifat formal dan terkait dengan hierarki jabatan, penghormatan dalam pesantren memiliki makna yang lebih mendalam dan berbasis pada hubungan guru-murid.
Oleh karena itu, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) seharusnya mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun karakter bangsa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual dan moral.
Selamat Hari Santri Nasional.
Oleh : KH. Muzayyin, S.Ag pengasuh Ponpes Bustanul Jadid, Bukek, Tlanakan






