Indonesia Merdeka : Bangga Kah Punya Kita?

Avatar

- Reporter

Minggu, 17 Agustus 2025 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurahmad - Ketua Generasi Emas Nusantara Pamekasan

Nurahmad - Ketua Generasi Emas Nusantara Pamekasan

Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Delapan dekade sejak pekik “merdeka!” menggema dari Sabang sampai Merauke, menyatukan ragam perbedaan dalam satu tanah air.
Delapan puluh tahun sejak para pendiri bangsa bertaruh nyawa demi tanah yang kita pijak hari ini.

Namun hari ini, kita bertanya bukan hanya kepada bangsa ini, tapi juga kepada diri sendiri :
Bangga kah Indonesia punya kita?
Apakah Indonesia bangga karena kita menjaga kejujuran, meski mudah untuk berbuat curang?Apakah Indonesia bangga karena kita memilih merawat bumi pertiwi, bukan merusaknya demi keuntungan pribadi?
Apakah Indonesia bangga karena kita memilih bersatu, ketika lebih mudah terpecah oleh perbedaan?

BACA JUGA :  Gen-Z dan Makna Baru Hari Kebangkitan Nasional

Sering kali, kita merasa bangga menjadi warga negara Indonesia.
Tapi sudahkah kita membuat Indonesia bangga memiliki kita?

Refleksi ini bukan untuk menghakimi, tapi untuk mengajak merenung :
Sudah sejauh mana kita mengisi kemerdekaan dengan makna?
Sudah sekeras apa kita bekerja bukan hanya untuk diri, tapi juga demi negeri?

Kemerdekaan bukan sekadar warisan ia adalah tanggung jawab.
Dan di usia yang ke-80 ini, Indonesia tak lagi butuh sekadar ucapan.
Ia menanti aksi.
Ia menunggu generasi yang tak hanya menikmati merdeka, tapi juga menjaga dan memperjuangkannya kembali setiap hari.

BACA JUGA :  Coretan Pena di Hari Santri : Santri dan Keutuhan NKRI

Maka mari bertanya kembali, dengan hati yang jujur :
Bangga kah Indonesia punya kita? Dan jika jawabannya belum, mari kita ubah bersama.
Karena Indonesia yang besar ini, Layak memiliki anak-anak bangsa yang besar pula.

Dirgahayu ke-80, Indonesiaku.
Semoga kau benar-benar bangga punya kita.

Berita Terkait

Hardiknas: Ketika Pendidikan Meninggi, Moral Justru Menepi
Ruang Refleksi Pendidikan: Keutuhan Moral dan Intelektual Sebagai Pondasi Keutuhan Bangsa
Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital
Towards a Golden Era: Pemuda Beradaptasi atau Mati
Hari Santri Nasional: Mengenang Peran dan Kontribusi Pesantren
Coretan Pena di Hari Santri : Santri dan Keutuhan NKRI
Madura dan Organisasi Kedaerahan: Antara Kebanggaan dan Dekadensi
Refleksi Kemerdekaan; Antara Nasionalisme dan Radikalisme

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:29 WIB

Hardiknas: Ketika Pendidikan Meninggi, Moral Justru Menepi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:41 WIB

Ruang Refleksi Pendidikan: Keutuhan Moral dan Intelektual Sebagai Pondasi Keutuhan Bangsa

Senin, 24 November 2025 - 18:14 WIB

Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:38 WIB

Towards a Golden Era: Pemuda Beradaptasi atau Mati

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:49 WIB

Hari Santri Nasional: Mengenang Peran dan Kontribusi Pesantren

Berita Terbaru

Suasana Konferensi Pers yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pamekasan.

Hukum & Kriminal

Ratusan Motor Balap Liar Diamankan, Polres Pamekasan Sita 582 Kendaraan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:12 WIB