SURABAYA, NOTICE – Derai air mata pecah ketika ruangan utama Hotel Bumi Surabaya tiba-tiba hening. Pada momen itulah, ratusan tamu yang hadir dalam Anniversary ke-1 Bani Insan Peduli (BIP) seakan diajak kembali menelusuri jejak perjuangan para relawan yang setahun terakhir mendatangi rumah-rumah warga kurang mampu di bawah terik matahari, di tengah hujan deras, tanpa pamrih, hanya demi satu misi: menghadirkan kepedulian di tempat paling sunyi.
Di atas panggung, sang inisiator BIP, Ali Zainal Abidin, menahan getar suara ketika mengenang awal mula lahirnya gerakan kemanusiaan ini. Ia bercerita bagaimana kepergian sang ibunda, Ainun Bani, pada 23 Desember 2024, menjadi titik balik yang mengubah duka menjadi energi besar untuk membantu sesama. Ruangan sontak sunyi—tak ada suara selain isak pelan para tamu yang ikut larut dalam kisah kehilangan itu.
Selama satu tahun berjalan, Ali tak sekadar memimpin, tetapi juga memberi teladan. Seluruh keuntungan usahanya—bahkan hingga 100 persen—dialokasikan untuk masyarakat membutuhkan. Dari langkah sederhana itu, BIP telah menjangkau puluhan hingga ratusan ribu penerima manfaat sepanjang 365 hari.
Mengutip sebuah hadis yang kembali meneduhkan suasana, Ali berkata, “Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Sedekah tidak akan mengurangi apa pun, justru Allah yang akan mengganti dengan cara yang tak pernah kita duga.” Kalimat itu membuat ruangan semakin hening—hening yang penuh perenungan.
Tak hanya bergerak dalam aksi sosial, BIP kini mulai membangun kemandirian melalui unit usaha. Dalam dua pekan terakhir, toko emas ‘88 Gold’ di Pamekasan resmi diluncurkan. Menariknya, seluruh keuntungan usaha tersebut kembali diputar untuk operasional sosial dan perluasan program kemanusiaan.
Di hadapan ratusan undangan, Ali menegaskan bahwa BIP berdiri murni untuk kemanusiaan.
“BIP tidak punya agenda politik. Kami tidak berniat menjadi dewan, bupati, atau wali kota. Tujuan kami hanya ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk ikut bergerak berbagi kebaikan,” tegasnya.
Menutup sambutan, ia memanjatkan doa agar seluruh tamu diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan menjadi hamba yang ringan tangan dalam berbagi.
Perayaan 1 Tahun Bani Insan Peduli yang digelar pada 6–7 Desember 2025 tidak hanya berisi seremoni. Beragam kegiatan seperti Gowes BIP, Jalan-Jalan Sehat (JJS), ramah tamah, hingga berbagi kepada masyarakat, menjadi simbol bahwa ulang tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan peneguhan komitmen BIP untuk terus menebar manfaat, lebih luas, lebih dalam, dan lebih berarti. (znf/Aj).






