PAMEKASAN, NOTICE – Dalam upaya menghadirkan layanan pemenuhan gizi berkualitas bagi pelajar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus berbenah agar menjadi ujung tombak suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Harapan itu kini perlahan terwujud di Kabupaten Pamekasan melalui kiprah SPPG Humairoh Sejahtera Blumbungan.
Baru tiga bulan beroperasi, SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Humairoh Sejahtera Blumbungan, Dusun Berruh, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan ini berhasil mencuri perhatian. Tak sedikit lembaga penerima manfaat yang memberikan apresiasi atas kualitas layanan, kebersihan, serta inovasi penyajian menu bergizi mereka.
Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi siswa, SPPG Humairoh Sejahtera juga menghadirkan dampak sosial-ekonomi bagi warga sekitar. Pengelola memberdayakan pedagang lokal sebagai pemasok bahan dapur, sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut meningkat. Warga sekitar juga dilibatkan sebagai relawan—bukan sekadar membantu, tetapi benar-benar ditingkatkan kapasitasnya.
Saat ini, total 47 relawan di SPPG Humairoh Sejahtera Blumbungan telah mengantongi sertifikat penjamah makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini menjadi bukti bahwa layanan gizi untuk pelajar dijalankan dengan standar profesional.
Tak berhenti di situ, di bawah koordinasi Ahmad Munawir, pengelola SPPG juga menggandeng Dinas Kesehatan Pamekasan untuk meningkatkan kualitas layanan melalui Pelatihan Keamanan Pangan (PKP), Inspeksi Keamanan Pangan (IKL), serta uji laboratorium sampel makanan dan air secara berkala.
Kepala SPPG Humairoh Sejahtera Blumbungan, Ahmad Zairosi, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan dengan standar tinggi.
“Insyaallah kami akan memberikan pelayanan terbaik dan mengikuti semua regulasi, sesuai arahan Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan. Kami ingin program MBG berjalan sesuai harapan Presiden menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Zairosi juga mengungkapkan bahwa sepanjang tiga bulan terakhir, pihaknya menerima banyak penilaian positif dari sekolah penerima manfaat.
“Alhamdulillah, selama ini kami selalu mendapat respon baik dari siswa maupun para guru. Menu yang kami sajikan benar-benar kami jaga kualitasnya. Masukan dan kritik sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi agar layanan kami terus meningkat,” pungkasnya. (znf/Aj).






