PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Menteri Pendidikan

Avatar

- Reporter

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, NOTICENEWS – Kedatangan Menteri Pendidikan ke Kabupaten Pamekasan tidak boleh hanya dijadikan agenda seremonial dan pencitraan belaka, sementara berbagai persoalan mendasar pendidikan di daerah ini masih belum terselesaikan secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Pendidikan.

Hingga saat ini, persoalan infrastruktur pendidikan, kualitas layanan, pemerataan akses pendidikan, hingga dugaan problem tata kelola anggaran pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang nyata di Kabupaten Pamekasan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan sendiri mengakui masih terdapat ratusan sekolah rusak yang membutuhkan perbaikan.

Di sisi lain, publik juga dihadapkan pada berbagai persoalan tata kelola pendidikan yang menuai sorotan, termasuk dugaan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan di sejumlah lembaga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan di Pamekasan masih membutuhkan pembenahan serius dan menyeluruh, bukan sekadar kunjungan simbolik pejabat pusat yang berakhir tanpa solusi konkret.

BACA JUGA :  Bos Migas H. Rudi Apresiasi Langkah Cepat Bupati Pamekasan Dorong Potensi Migas Madura

Fahril Anwar Ketua Cabang PMII Pamekasan, mengecam keras apabila kedatangan Menteri Pendidikan hanya dijadikan panggung politik dan agenda pencitraan pemerintah daerah.

“Kami menolak keras apabila kunjungan Menteri Pendidikan hanya dijadikan alat pencitraan oleh pemerintah daerah, sementara realitas pendidikan di bawah masih carut-marut. Banyak sekolah rusak, fasilitas minim, kualitas pendidikan timpang, tetapi pemerintah justru sibuk mempersiapkan seremoni penyambutan,” tegas Muchtar Jibril.

Ia juga menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Dinas Pendidikan seharusnya lebih fokus menyelesaikan akar persoalan pendidikan daripada membangun narasi keberhasilan yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

BACA JUGA :  Bupati Kholilurrahman Lobi Kementerian KP, Dorong Pamekasan Jadi Sentra Garam dan Ekonomi Pesisir Nasional

“Jangan sampai Menteri datang hanya melihat panggung yang sudah dipoles rapi, sementara jeritan siswa, guru, dan sekolah-sekolah yang kekurangan fasilitas justru disembunyikan. Pendidikan bukan ruang kosmetik birokrasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Fahril Anwar menyampaikan kecaman terhadap lemahnya keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi sektor pendidikan.

“Kami menilai pemerintah daerah gagal menghadirkan tata kelola pendidikan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Karena itu, sebelum mengundang Menteri Pendidikan datang ke Pamekasan, selesaikan dulu problem pendidikan yang nyata di hadapan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, kedatangan pejabat pusat tidak akan memiliki arti apabila persoalan pendidikan di daerah tetap dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang konkret dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Mutasi 21 Pejabat Eselon II; Meningkatkan Efektivitas Kerja dan Memperkuat Koordinasi

PMII Pamekasan mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Dinas Pendidikan agar:

  1. Menyelesaikan persoalan sekolah rusak dan fasilitas pendidikan yang tidak layak;
  2. Memastikan transparansi dan akuntabilitas tata kelola anggaran pendidikan;
  3. Menjamin pemerataan kualitas pendidikan hingga wilayah pelosok;
  4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sektor pendidikan di Kabupaten Pamekasan;
  5. Tidak menjadikan kunjungan Menteri Pendidikan sekadar agenda formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Kedatangan Menteri Pendidikan hanya akan menjadi ironi apabila realitas pendidikan di Pamekasan masih dipenuhi ketimpangan, kerusakan fasilitas, dan lemahnya tata kelola. Pemerintah daerah harus berhenti sibuk membangun citra, namun abai terhadap akar persoalan pendidikan itu sendiri.

Pendidikan yang berkualitas lahir dari keberpihakan terhadap rakyat, bukan dari panggung seremonial kekuasaan.

Berita Terkait

P-APBD 2026 Pamekasan: Belanja Modal Diperkuat, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Tetap Jadi Perhatian
Bupati Pamekasan Tegaskan Mutasi 103 Pejabat Bukan Sekadar Ganti Kursi: Harus Ada Perubahan Kinerja
Perkuat Sinergi dan Transparansi, Kejari Pamekasan Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, DPRD dan Pemkab Pamekasan Teken Nota Kesepakatan
Dinsos Pamekasan Tekankan Pemdes Tak Asal Usulkan Penerima BLT DBHCHT, 5.500 Buruh Tani Jadi Sasaran
Gugur Saat Bertugas, Bupati Pamekasan Takziah ke Rumah Duka Nurul Rian ABK KMP Virgo Transport 8
PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan Ubah Pola Literasi: Dari Rak Buku ke Layar Gawai
Lapas Kelas IIA Pamekasan Bersama CV Ayunda Gelar Petik Hasil Panen Semangka Gold

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:03 WIB

P-APBD 2026 Pamekasan: Belanja Modal Diperkuat, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Tetap Jadi Perhatian

Sabtu, 19 September 2026 - 09:49 WIB

Bupati Pamekasan Tegaskan Mutasi 103 Pejabat Bukan Sekadar Ganti Kursi: Harus Ada Perubahan Kinerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:09 WIB

Perkuat Sinergi dan Transparansi, Kejari Pamekasan Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers

Kamis, 17 September 2026 - 20:52 WIB

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, DPRD dan Pemkab Pamekasan Teken Nota Kesepakatan

Kamis, 17 September 2026 - 16:01 WIB

Dinsos Pamekasan Tekankan Pemdes Tak Asal Usulkan Penerima BLT DBHCHT, 5.500 Buruh Tani Jadi Sasaran

Berita Terbaru