PMII Mojokerto Audiensi DPRD: Pengawasan Jangan Mandul, Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat

Avatar

- Reporter

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Audiensi PMII Mojokerto bersama DPRD.

Suasana Audiensi PMII Mojokerto bersama DPRD.

MOJOKERTO, NOTICE – Audiensi antara PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto dan DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/12/2025), berubah menjadi ruang kritik tajam. PMII tidak sekadar berdialog, tetapi menantang DPRD untuk benar-benar menegakkan fungsi kontrol dan tidak membiarkan kebijakan eksekutif berjalan tanpa pengawasan ketat.

Pertemuan yang digelar di Gedung DPRD tersebut berlangsung dinamis. Rombongan PMII diterima Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuroh, bersama Ketua Komisi IV M. Agus Fauzan, serta anggota komisi lainnya—Edi Susanto, Rosyid, dan Afifuddin.

Ketua PC PMII Mojokerto, Muhammad Nurfadillah, secara gamblang menyebut DPRD memiliki tanggung jawab besar agar jalannya pemerintahan tidak sekadar “formalitas administrasi”, tetapi benar-benar berpihak kepada kepentingan publik.

BACA JUGA :  Rapat Paripurna Harjad ke-495 Pamekasan Hadirkan Nuansa Budaya dengan Batik dan Odheng

“Kami melihat problematika rakyat menumpuk—ekologi, ekonomi, hingga pendidikan. DPRD tidak boleh hanya hadir di ruang rapat, tapi harus memastikan semua kebijakan eksekutif sesuai hukum dan logis bagi masyarakat,” tegas Fadil.

Ia menyebutkan, diskusi yang mengemuka bukan wacana kosong, melainkan analisis kritis yang mendesak DPRD memperketat fungsi penganggaran dan legislasi agar tidak ada celah pemborosan, ketidakefektifan program, hingga kerusakan lingkungan.

“Kedepan kita akan fokus pada isu echo green. Mojokerto hari ini mengandalkan pariwisata, tapi kalau ekologinya runtuh, itu bom waktu. PMII akan mendorong kebijakan yang menjaga daya dukung lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rakercab PMII Pamekasan Soroti Tambang Ilegal, Ekologi Madura Dipertanyakan

Tidak hanya itu, Fadil menegaskan PMII siap mengawal opini publik dan menjadi “pressure group” agar DPRD tidak kehilangan arah dan tetap berdiri pada kepentingan rakyat.

Menanggapi tekanan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuroh, mengakui banyak masukan PMII yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Tadi luar biasa, banyak hal yang kita diskusikan. Tidak berhenti di sini, kami siap untuk tindak lanjut,” kata Ayni.

Ia menyebut sejumlah isu strategis, mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, ekologis hingga kepemudaan, menjadi fokus kolaborasi. Salah satu gagasan yang siap dikembangkan adalah sekolah legislatif bagi mahasiswa.

BACA JUGA :  Muktamar ke-35 NU Masuki Tahap Krusial, PBNU Rilis Daftar Peserta Sementara 501 PWNU, PCNU, dan PCINU

“Minimal agar sahabat-sahabat PMII memahami betul tugas dan fungsi legislatif. Kita bisa jadikan persoalan di Mojokerto sebagai bahan diskusi yang ending-nya dapat dieksekusi melalui APBD,” jelasnya.

Namun Ayni tidak menutup mata: program tersebut terganjal minimnya anggaran. Meski demikian, ia berkomitmen membuat versi padat agar tetap berjalan.

“InsyaAllah tahun depan kita padukan jadi satu hari. Yang penting tetap jalan,” ujarnya.

Ayni berharap kepengurusan PMII tahun ini mampu menghasilkan program yang kuat dan memberi dampak nyata.

“Mudah-mudahan ada output yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat dan PMII sendiri,” pungkasnya. (Ical/Aj).

Berita Terkait

P-APBD 2026 Pamekasan: Belanja Modal Diperkuat, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Tetap Jadi Perhatian
Bupati Pamekasan Tegaskan Mutasi 103 Pejabat Bukan Sekadar Ganti Kursi: Harus Ada Perubahan Kinerja
Perkuat Sinergi dan Transparansi, Kejari Pamekasan Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers
Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, DPRD dan Pemkab Pamekasan Teken Nota Kesepakatan
Dinsos Pamekasan Tekankan Pemdes Tak Asal Usulkan Penerima BLT DBHCHT, 5.500 Buruh Tani Jadi Sasaran
Gugur Saat Bertugas, Bupati Pamekasan Takziah ke Rumah Duka Nurul Rian ABK KMP Virgo Transport 8
PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan Ubah Pola Literasi: Dari Rak Buku ke Layar Gawai
Lapas Kelas IIA Pamekasan Bersama CV Ayunda Gelar Petik Hasil Panen Semangka Gold

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:03 WIB

P-APBD 2026 Pamekasan: Belanja Modal Diperkuat, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Tetap Jadi Perhatian

Sabtu, 19 September 2026 - 09:49 WIB

Bupati Pamekasan Tegaskan Mutasi 103 Pejabat Bukan Sekadar Ganti Kursi: Harus Ada Perubahan Kinerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:09 WIB

Perkuat Sinergi dan Transparansi, Kejari Pamekasan Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers

Kamis, 17 September 2026 - 20:52 WIB

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, DPRD dan Pemkab Pamekasan Teken Nota Kesepakatan

Kamis, 17 September 2026 - 16:01 WIB

Dinsos Pamekasan Tekankan Pemdes Tak Asal Usulkan Penerima BLT DBHCHT, 5.500 Buruh Tani Jadi Sasaran

Berita Terbaru