PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID — Di penghujung rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Serikat Rakyat Pamekasan (SerRaP) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketua SeRaP, Makruf, mengatakan bahwa semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui berbagai kegiatan seremonial. Menurutnya, nilai perjuangan para pahlawan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Di penghujung peringatan HUT RI ke-81 ini, mari kita kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Makruf kepada wartawan notice, Senin (31/8/2026).
Mantan aktivis GMNI Pamekasan ini menegaskan, Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang masyarakat. Perbedaan tersebut, kata dia, semestinya menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia, bukan menjadi alasan untuk saling terpecah.
“Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh Indonesia. Mari kita rawat persaudaraan, saling menghormati dan bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar mantan Ketua Cabang GMNI Pamekasan itu.
Alumni UIM itu juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana kehidupan yang aman, damai, dan kondusif. Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat setelah rangkaian peringatan HUT RI berakhir.
“Semangat kemerdekaan jangan berhenti ketika bendera diturunkan dan rangkaian acara selesai. Semangat itu harus tetap hidup dalam kehidupan kita sehari-hari, melalui gotong royong, kepedulian dan menjaga persatuan,” tuturnya.
Menurutnya, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas seluruh elemen masyarakat. Dengan persatuan yang kuat, berbagai tantangan bangsa akan lebih mudah dihadapi secara bersama-sama.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga rumah besar ini dengan persatuan, toleransi dan semangat gotong royong. Jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah bangsa,” pungkasnya. (Mad/Aj).







