PMII Mojokerto Dorong Akselerasi Pemindahan Ibu Kota, Tegaskan Siap Kawal Kebijakan Publik Pemkab

Avatar

- Reporter

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Audiensi PMII bersama Pemkab Mojokerto.

Suasana Audiensi PMII bersama Pemkab Mojokerto.

MOJOKERTO, NOTICE – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memindahkan pusat pemerintahan mendapat dukungan strategis dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto. Hal itu mengemuka dalam audiensi resmi antara PMII dan Pemkab Mojokerto, Selasa (9/12/2025), yang berlangsung sebagai forum dialog kritis dan kolaboratif.

 

Audiensi ini menjadi panggung PMII Mojokerto untuk mempertegas posisi mereka sebagai kelompok ekstraparlementer yang siap ikut mengawal arah pembangunan daerah. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Mojokerto, Gus Muhammad Al Barra, didampingi Kepala Bakesbangpol Eddy Taufiq serta Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Mojokerto, Roul Amrulloh.

 

Ketua PC PMII Mojokerto, Muhammad Nurfadillah (Fadil), menegaskan bahwa salah satu fokus utama audiensi adalah memberikan pandangan terkait rencana pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya tepat, tetapi juga strategis untuk mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA :  Beri Pemahaman Isu Sosial dan Kriminal PMI, Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Gelar Sosialisasi

 

“Pak Bupati menyampaikan bahwa pemindahan pusat pemerintahan adalah strategi menaikkan PAD. Kami melihat kebijakan ini positif dan visioner,” ujar Fadil.

 

Ia menambahkan, pemindahan pusat pemerintahan ke titik tengah daerah akan menggeser sentralisasi pertumbuhan ekonomi yang selama ini justru menumpuk di perbatasan Kota Mojokerto. Karena itu, PMII menyatakan siap membantu proses sosialisasi kepada masyarakat agar kebijakan ini dipahami secara utuh.

 

 

Selain menyampaikan aspirasi, PMII Mojokerto menekankan pentingnya sinergi dan fungsi kontrol kebijakan. Fadil menyebutkan bahwa banyaknya problematika daerah menuntut mahasiswa untuk hadir dan bertanggung jawab memberikan masukan konstruktif.

BACA JUGA :  Kuota RTLH 2026 Diprediksi Berkurang, DPRKP Pamekasan Konsisten Targetkan Penyelesaian 22 Unit Rumah Kategori Bencana

 

“Ini bukan hanya soal audiensi, tapi komitmen jangka panjang. Kami siap menjalankan fungsi kontrol ekstra parlementer terhadap seluruh kebijakan publik dan anggaran di OPD Pemkab Mojokerto,” tegasnya.

 

Bupati Gus Barra bahkan memastikan bahwa pintu belajar bagi PMII dibuka lebar, khususnya melalui Bakesbangpol yang menangani bidang organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan.

 

 

Dari sektor perempuan, Ketua KOPRI PC PMII Mojokerto, Nurkhafidha, mengangkat isu pendidikan yang dinilai sangat mendesak: kelangkaan tenaga pendidik.

 

“Minimnya guru terjadi karena banyak yang pensiun, sementara rekrutmen P3K belum dibuka kembali. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

BACA JUGA :  BIP Hadirkan Keceriaan untuk 500 Anak Yatim di Pasar Malam Pamekasan

 

Ia berharap Pemkab mempertimbangkan rekrutmen baru agar lulusan-lulusan kampus lokal dapat terserap sebagai tenaga pendidik.

 

 

Bupati Gus Muhammad Al Barra mengapresiasi langkah PMII yang aktif melakukan dialog dan menunjukkan perhatian terhadap kebijakan pemerintah daerah.

 

“Saya kira penting bagi mahasiswa untuk memahami kebijakan publik, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sektor lain. PMII ini mitra strategis dalam pembangunan daerah,” ungkap Gus Barra.

 

Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa adalah bagian penting dari regenerasi kepemimpinan Mojokerto.

 

“Pesan saya sederhana: terus belajar. Semoga PMII melahirkan generasi yang berguna bagi agama, manusia, dan bangsa,” pungkasnya. (Ical/Aj).

Berita Terkait

Serapan APBD Baru 60,42 Persen, DLH Pamekasan Berdalih Minim Kompetensi SDM
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Pamekasan Deklarasikan Dukungan dan Siap Kawal Asta Cita
Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan
Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan
Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan
Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan
Pansus Desa DPRD Pamekasan Serap Aspirasi Kades, Pilkades hingga Keuangan Desa Jadi Sorotan
Kasus Indomaret Panaan Babak Baru, Polres Pamekasan Bentuk Timsus Usut Pelaku

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Serapan APBD Baru 60,42 Persen, DLH Pamekasan Berdalih Minim Kompetensi SDM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Pamekasan Deklarasikan Dukungan dan Siap Kawal Asta Cita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

DPO Kasus Narkoba diamankan Polres Pamekasan.

Hukum & Kriminal

DPO Kasus Narkoba Proppo Diciduk di Rumah Kos, Polisi Sita BB 0,27 Gram

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:27 WIB