Madura Cetak Sejarah Baru: IAIN Resmi Menjadi UIN, Kampus Taneyan Lanjhang Siap Go Global

Avatar

- Reporter

Senin, 26 Mei 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Penyerahan Perpres oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kepada Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, di Jakarta.

Dok. Penyerahan Perpres oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kepada Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, di Jakarta.

PAMEKASAN, notice – Sebuah babak baru dalam sejarah pendidikan tinggi Madura resmi dimulai. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura kini telah resmi menyandang status baru sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Transformasi ini ditandai dengan penyerahan Peraturan Presiden (Perpres) oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kepada Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Perubahan status ini bukan sekadar perubahan nomenklatur. Bagi masyarakat Madura, ini adalah lompatan besar menuju masa depan yang lebih cerah, menjadikan Pulau Garam ini tak hanya dikenal dengan budaya dan religiusitasnya, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang integratif dan inklusif.

BACA JUGA :  PBNU Pastikan Ribuan Muktamirin Menginap Nyaman

“Ini adalah pencapaian kolektif. Terima kasih kepada Presiden RI, Menteri Agama, pemerintah daerah, sivitas akademika, dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung penuh proses ini,” ungkap Saiful Hadi dalam pidato perdananya sebagai Rektor UIN Madura.

Dengan mengusung konsep “Taneyan Lanjhang” sebuah filosofi lokal Madura yang mencerminkan kebersamaan, keterbukaan, dan gotong royong. UIN Madura hadir sebagai kampus yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan wawasan global. “Taneyan Lanjhang bukan hanya konsep arsitektur dan sosial, tapi kini menjadi roh dalam visi akademik dan pembangunan kampus,” ujarnya.

BACA JUGA :  Momentum Hakordia, Kejari Pamekasan Beberkan Hasil Penanganan Kasus Korupsi Sepanjang 2025

UIN Madura tidak hanya menatap Madura, tetapi juga menatap dunia. Kampus ini akan membuka program-program studi baru yang relevan dengan kebutuhan Generasi Z dan tantangan global, termasuk dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) 2045. Fokusnya? Integrasi ilmu keislaman dengan sains dan teknologi modern.

“Halaman belakang kampus yang menghadap sawah mencerminkan pengembangan agrikultur dan kehutanan, sementara halaman depan yang menghadap laut adalah simbol keterbukaan terhadap dunia, potensi maritim, dan ekonomi biru,” lanjut Saiful Hadi, menggambarkan arah strategis UIN Madura ke depan.

BACA JUGA :  Kolaborasi Kemensos-Pemkab Pamekasan Diperkuat, Sekolah Rakyat Segera Direalisasikan

Tak hanya UIN Madura, Kementerian Agama RI dalam kesempatan yang sama juga meresmikan alih status 10 perguruan tinggi keagamaan lainnya di berbagai daerah. Ini adalah bagian dari komitmen nasional untuk memperkuat peran pendidikan keagamaan dalam pembangunan bangsa.

Berita Terkait

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan
Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan
Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal
Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan
Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar
Ketua Serikat Rakyat Pamekasan Bung Makruf Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perampasan Aset
BIP Raih Dua Penghargaan Asia Award 2026, Ali Zainal Abidin Dorong Gerakan Kemanusiaan Menembus Asia
Di Penghujung HUT ke-81 RI, SeRaP Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar

Berita Terbaru

DPO Kasus Narkoba diamankan Polres Pamekasan.

Hukum & Kriminal

DPO Kasus Narkoba Proppo Diciduk di Rumah Kos, Polisi Sita BB 0,27 Gram

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:27 WIB