PAMEKASAN, notice – Setelah sempat diliputi ketegangan dan laporan ke kepolisian, perselisihan antara Kepala Pasar Kolpajung, Slamet Efendi, dan pedagang Kaderi akhirnya mencapai titik terang. Keduanya sepakat berdamai dalam sebuah pertemuan tertutup yang penuh harapan, Rabu (25/6/2025), di kantor pasar setempat.
Perseteruan ini bermula dari insiden dugaan penganiayaan terhadap pedagang mie ayam, Kaderi, yang ditengarai terjadi setelah ia melaporkan kebakaran di salah satu kios Pasar Kolpajung kepada pihak pemborong.
Langkah itu dianggap menyulut amarah pihak pengelola pasar. Namun di balik tensi yang sempat tinggi, muncul ruang untuk dialog.
Difasilitasi tokoh masyarakat dan perwakilan paguyuban pedagang, proses mediasi akhirnya membuahkan hasil damai. Sebuah langkah yang tak hanya meredakan konflik personal, tapi juga memberi harapan baru bagi iklim usaha yang lebih sehat di Pasar Kolpajung.
Kepala Pasar Kolpajung, Slamet Efendi menerima hasil mediasi dengan besar hati. “Kami ingin membangun kembali kepercayaan dan hubungan yang lebih baik dengan para pedagang. Setiap masalah harus dibicarakan, bukan dipertentangkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kaderi yang sebelumnya menjadi pihak pelapor, juga menunjukkan sikap legawa. “Yang penting sekarang kami bisa berdagang dengan tenang, dan tidak ada lagi rasa takut. Kami ingin dihargai sebagai mitra, bukan lawan,” katanya usai mediasi.
Hadir dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat Imam Bukhari Muslim menyambut baik penyelesaian damai ini. Ia menyebutnya sebagai bukti bahwa kekuatan kata-kata bisa mengalahkan ego dan amarah.
“Ini bukan sekadar perdamaian antara dua orang, tapi juga pesan kuat untuk semua pihak, bahwa pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi juga ruang hidup bersama yang harus dijaga keharmonisannya,” pungkasnya.






