Harlah ke-58 Kopri PB PMII: Reposisi Perempuan Sebagai Penjaga Peradaban Nusantara

Avatar

- Reporter

Minggu, 2 November 2025 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Kopri PB PMII Wulan Sari AS, saat sambutan diacara Harlah ke-58 Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII).

Ketua Umum Kopri PB PMII Wulan Sari AS, saat sambutan diacara Harlah ke-58 Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII).

MOJOKERTO, NOTICE – Harlah ke-58 Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII) dibuka dengan pesan kuat: perempuan tidak lagi berada di pinggiran panggung sejarah, tetapi menjadi suluh peradaban bangsa. Pesan ini menggema dalam Kick Off Harlah ke-58 yang berlangsung meriah di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (2/10/2025).

 

Acara yang mengusung tema “Perempuan Kuat, Indonesia Hebat” itu dihadiri ratusan kader Kopri–PMII dari seluruh Indonesia serta sejumlah tokoh nasional yang dikenal dekat dengan isu perempuan, pendidikan, dan kebangsaan.

 

Hadir di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum Kopri PB PMII 1988–1991, KH Asep Saifuddin Chalim, Gus Muhammad Habibur Rahman (Anggota DPR RI), Dr. H. Muhammad Albarra (Bupati Mojokerto), Arumi Bachsin (Ketua TP PKK Jatim), M. Shofiyullah Cokro (Ketum PB PMII), serta Mush’ab Muqoddas, penulis buku Islam Ala Prabowo.

BACA JUGA :  Pembunuhan Sadis di Batumarmar Pamekasan Terungkap, Dua Pelaku Ditangkap

 

Kehadiran Gubernur Khofifah memberi warna khusus. Figur yang pernah memimpin Kopri ini menjadi simbol regenerasi kepemimpinan dan bukti bahwa kader perempuan PMII telah terbukti mampu menempati posisi strategis nasional.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kopri PB PMII Wulan Sari AS menegaskan bahwa Harlah ke-58 bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum perubahan cara pandang terhadap peran perempuan dalam gerakan Islam dan kebangsaan.

 

“Perempuan Indonesia bukan lagi sekadar penjaga rumah, tetapi penjaga bangsa, penentu arah, dan pengukir masa depan,” tegas Wulan.

BACA JUGA :  Bukan Sekadar Oknum: Membaca Kekerasan Aparat sebagai Problem Struktural

 

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah Nusantara sejak awal dibangun oleh kepemimpinan perempuan hebat, mulai dari Gayatri Rajapatni, Tribhuwana Tunggadewi, hingga para nyai pesantren seperti Nyai Nur Khodijah Bisri dan Nyai Sinta Nuriyah.

 

“Sejak dulu perempuan adalah inti peradaban Nusantara. Bukan pelengkap kekuasaan,” tambahnya.

 

Pembukaan Harlah diawali dengan istighosah, lalu dilanjutkan peluncuran dua pilar gerakan yang menjadi ikon Harlah tahun ini:

 

1. Gerakan Ekologis – Kopri Eco Movement Penanaman pohon serentak oleh kader di seluruh Indonesia. Gerakan ini menjadi simbol bahwa perempuan adalah “penanam kehidupan”.

 

2. Gerakan Intelektual – Bedah Buku “Islam Ala Prabowo.” Forum ini membuka diskusi kritis seputar Islam, politik kebangsaan, dan keadilan sosial.

BACA JUGA :  Peringati HLN ke-80, PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 100 Anak Dhuafa

 

Dalam kesempatan tersebut, Kopri PB PMII juga menganugerahkan Penghargaan “Darma Praja” kepada Khofifah Indar Parawansa, sebagai sosok perempuan santri yang dinilai berhasil memimpin tanpa meninggalkan karakter keibuan, akhlak, dan adab pesantren.

 

Setelah Kick Off, rangkaian Harlah akan berlangsung hingga puncaknya pada 10 Desember 2025, dengan berbagai agenda strategis yang menonjolkan intelektualitas, kepemimpinan, spiritualitas, dan dampak sosial perempuan:

  1. Bunga Rampai 58 Perempuan Inspiratif
  2. Lomba Karya Tulis & Sayembara Logo Harlah
  3. Eksekusi lanjutan Kopri Eco Movement
  4. Retreat & Rakornas + Women Impact Forum
  5. Sholawat Nariyah serentak di 10.000 titik se-Indonesia
  6. Penghargaan “Kopri of The Year”. (Ical/aj).

Berita Terkait

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Ajak Warga Wujudkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan
Kuota RTLH 2026 Diprediksi Berkurang, DPRKP Pamekasan Konsisten Targetkan Penyelesaian 22 Unit Rumah Kategori Bencana
Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal
PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Menteri Pendidikan
Peringati Harkitnas 2026, Bupati Pamekasan Gaungkan PP Tunas Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Digital
Rapat Paripurna LKPJ Bersama Bupati, DPRD Pamekasan Fokus Soroti Kemiskinan dan Pengangguran
Diterpa Isu Rangkap Jabatan, Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Tegas Membantah

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:15 WIB

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:57 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Ajak Warga Wujudkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Siswa Ikuti Senam Kolosal

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:19 WIB

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Menteri Pendidikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:21 WIB

Peringati Harkitnas 2026, Bupati Pamekasan Gaungkan PP Tunas Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Digital

Berita Terbaru

Ilustrasi Budidaya Ikan lele.

Daerah

Program Kampung Lele di Pamekasan Masih Tertahan

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:15 WIB