MOJOKERTO, NOTICE – Dalam upaya memacu literasi dan adopsi teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto berkolaborasi dengan Diskominfo Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “CERDIG – CERDAS DIGITAL Pelatihan AI Preneurship: Menciptakan Peluang Bisnis Inovatif dengan Kecerdasan Artifisial” pada Kamis, (4/12/2025).
Acara tersebut berlangsung di Alas Trawas Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto dan diikuti 100 generasi muda khususnya dalam konteks pengembangan wirausaha.
Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budhi Sulistya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya percepatan menuju Pemerintahan Digital khususnya dimensi pengembangan SDM IT.
“Dalam konteks pengembangan pemerintahan digital, ada setidaknya enam dimensi yang harus dipenuhi, mulai dari infrastruktur, data kelola, aplikasi, data, hingga SDM IT,” jelas Nugraha.
Nugraha, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang melek IT sebagai daya dukung utama dalam membangun sistem pemerintahan digital. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia.
“Ini bahasanya siji gawi luru gawi (satu pekerjaan menghasilkan dua hasil). Kita memberikan knowledge dan insight kepada masyarakat yang diwakili teman-teman organisasi kepemudaan, sekaligus juga biar bisa best practice. Mereka bisa langsung praktik untuk pengembangan wirausahanya melalui Artificial Intelligence,” paparnya.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan fokus utama pelatihan ini adalah membekali para peserta dengan pengetahuan mendalam tentang digital, khususnya AI. Menghadirkan narasumber yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktisi. Salah satunya adalah seorang Relawan TIK yang juga menjabat sebagai CEO startup.
“Tentu ujungnya nanti itu dalam pengembangan bisnis, teman-teman itu punya kapasitas untuk mengembangkan wirausahanya, membangun startup-nya. Sehingga harapannya juga sekaligus memahami konteks digitalisasi, itu juga sekaligus memahami proses bisnisnya dan pengembangan wirausahanya,” pungkasnya.
Pelatihan “AI Preneurship” ini tidak hanya menjadi forum inspirasi, tetapi juga wadah praktis bagi generasi muda Mojokerto untuk memahami dan memanfaatkan AI sebagai kunci menciptakan peluang bisnis inovatif di era digital. (Ical/Aj).






