NOTICE, PAMEKASAN – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Istighosah dan Konsolidasi Kader Muda se-Kabupaten Pamekasan sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan Latihan Instruktur (LATIN) dan Latihan Pelatih (LATPEL) Tondhuk Majang, Ahad (28/12/2025), di Manifesco Cafe Jalmak, Pamekasan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan kader instruktur dan pelatih yang matang secara teknis, kuat secara spiritual, serta ideologis. Selain istighosah dan silaturahmi, agenda tersebut juga menjadi ajang sosialisasi pelaksanaan LATIN–LATPEL yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026.
Ketua Panitia LATIN–LATPEL, Mohammad Zainol Fatah, menegaskan bahwa LATIN dan LATPEL merupakan fase penting dalam kesinambungan kaderisasi IPNU IPPNU guna membentuk karakter dan tanggung jawab kader sebagai instruktur dan pelatih.
“Latin Latpel yang akan kita laksanakan memiliki tujuan penting untuk melahirkan sosok kader instruktur dan pelatih yang memahami secara utuh IPNU IPPNU, dan memiliki mental dan keberanian besar untuk mewujudkannya di pimpinan masing-masing”, jelasnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Pamekasan, M. Ghufron Hadi, menekankan bahwa kaderisasi adalah manhaj perjuangan yang harus dijalankan secara konsisten, berlandaskan ideologi
“Dalam kegiatan ini kita diskusi mendalam mengenai pentingnya nilai-nilai kaderisasi bagi keberlangsungan organisasi kedepan, saya yakin dan sadar bahwa kaderisasi adalah manhaj perjuangan yang harus terus ditanamkan pada anggota, kader, dan pengurus IPNU IPPNU di seliruh tingkatan”, tegasnya.
Khafifatus Zahrah Ketua PC IPPNU Pamekasan turut menyoroti pentingnya peran aktif kader perempuan dalam kaderisasi lanjutan dan kepemimpinan organisasi.
“IPPNU sebagai wadah perjuangan dan pengembangan generasi muda putri juga penting untuk terus memahami jati diri seorang kader di sebuah organisasi, perempuan harus siap mengambil peran mulai hari ini. Saya ingin IPPNU bisa terus menjadi organisasi pelajar putri yang melahirkan kader-kader putri yang militan untuk agama, bangsa, dan negara”, pintanya (Zn)






